• Selasa, 19 Oktober 2021

Polres Purwakarta Bentengi Siswa SMK Taruna Sakti dari Bahaya Narkoba

- Senin, 18 November 2019 | 13:09 WIB
Ratusan pelajar saat mengikuti sosialisasi bahaya Narkoba di SMK Taruna Sakti Purwakarta. (Foto: Gin/Jabarnews)
Ratusan pelajar saat mengikuti sosialisasi bahaya Narkoba di SMK Taruna Sakti Purwakarta. (Foto: Gin/Jabarnews)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin memprihatinkan, dari hari ke hari terus meningkat tajam. Manusia Indonesia kian banyak terjerumus narkotika dan obat terlarang (narkoba).

Selain generasi tua, lebih banyak generasi muda yang terpeleset narkoba. Narkoba sudah menjadi istilah populer di tengah masyarakat, namun masih sedikit yang memahami arti narkoba.

Guna menangkal generasi muda Indonesia khususnya di Purwakarta, Polres Purwakarta tak henti-henti melaksanakan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar.

Kali ini, SMK Taruna Sakti Purwakarta menjadi sasaran Polres Purwakarta untuk menjadi sekolah bersinar (bersih dari narkoba)

Nampak ratusan siswa-siswi serius mengikuti kegiatan sosialisasi narkoba yang di sampaikan oleh Sat Res Narkoba di aula SMK Taruna Sakti Purwakarta, Senin (18/11/2019).

Kepala SMK Taruna Sakti Purwakarta, Yayang Gilang Sonjaya, masalah penyalahgunaan bahaya narkoba dewasa ini sudah sangat memprihatinkan. Hal tersebut membuat dirinya meminta Polres Purwakarta untuk memberikan sosialisasi bahaya narkoba di sekolah yang dipimpinnya.

“Sekolah kami merupakan jalur perlintasan antara Bandung dan Jakarta, itu jadi khawatiran kami, mengingat peredaan narkoba sangat memprihatinkan dan hampir semua kalangan bisa menjadi korbannya,” ujar pria yang akrab disapa Gilang.

Hal itu, lanjutnya, bisa dilihat dari mulai pecandu, pengguna bahkan korban penyalahgunaan narkoba telah masuk ke semua lapisan masyarakat, khususnya di lingkungan pelajar.

“Usia remaja, tergolong dalam usia rentan terhadap penyalahgunaan narkoba, karena di usia ini sedang tumbuh kembang dan proses pencarian jati diri. Usia remaja sangat labil dan mudah sekali dipengaruhi oleh pengaruh yang tidak baik yang datangnya dari masyarakat atau dari lingkungan sekitar sekolah,” paparnya.

Untuk itu, tambahnya, maka dari itu para pelajar ini perlu diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang bahaya narkoba serta pencegahannya lebih dini.

“Kami atas nama sekolah ucapkan terima kasih kepada Satuan Narkoba Polres Purwakarta yang telah bersedia jauh-jauh, melakukan sosialisasi bahaya narkoba di sekolah kami,” ucapnya dia.

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius melalui Kasat Narkoba, AKP Heri Nurcahyo mengatakan, agar P4GN ini berjalan dengan optimal, pihaknya juga mengajak kepada pihak terkait di lingkungan pendidikan dari mulai dinas pendidikan, kepala sekolah, guru pengajar, dan siswa untuk selalu waspada terhadap ancaman bahaya narkoba sebelum menjadi korban.

“Generasi muda harus benar-benar di bina dan di didik agar tidak mudah menjadi korban penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depannya. Dan hal ini dapat dicapai tentunya dengan kerja sama antar stakeholder terkait,” jelas Heri.

Dalam kesempatan itu, ia mengharapkan kepada seluruh pelajar SMK Taruna Sakti Purwakarta yang mengikuti sosialisasi ini dapat menyampaikan atau menginformasikan kembali bahaya penyalahgunaan narkoba kepada keluarga terdekat dan teman di lingkungan rumah tinggal, ataupun di lingkungan sekolah masing-masing.

“Sebagai awal, para pelajar harus mengetahui istilah atau bahasa-bahasa jenis narkoba, cimeng atau gele untuk ganja, putaw (heroin), inex (ekstasi). Bila juga istilah transaksi misal segaris, selinting, se’empel. Diharapkan dengan para pelajar mengenal istilah tersebut, mereka tidak terjebak atau minimal mereka bisa menghindarinya,” pungkasnya.

Diketahui, Polres Purwakarta tidak hanya melakukan sosialisasi bahaya narkoba saja. Namun, pihak kepolisian melakukan tes urine pada pelajar SMK Taruna Sakti Purwakarta guna memastikan tidak ada pelajar yang terpapar narkoba. (Gin)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X