• Selasa, 19 Oktober 2021

Heran, Bupati Cirebon Senang Angka Kasus Covid-19 Mengalami Peningkatan

- Selasa, 1 September 2020 | 16:03 WIB
Bupati Cirebon H. Imron saat diwawancarai awak media (Foto: Abdulrohman/Jabarnews)
Bupati Cirebon H. Imron saat diwawancarai awak media (Foto: Abdulrohman/Jabarnews)

JABARNEWS | CIREBON - href="https://www.jabarnews.com/tag/Bupati Cirebon">Bupati Cirebon H. Imron Rosyadi, mengaku senang dengan adanya peningkatan angka kasus Covid-19 di wilayah href="https://www.jabarnews.com/tag/ Kabupaten Cirebon"> Kabupaten Cirebon.

Meski di wilayah href="https://www.jabarnews.com/tag/ Kabupaten Cirebon"> Kabupaten Cirebon angka kasus positif Covid-19 terus meningkat, Pemerintah merasa senang. Pasalnya hasil dari pemeriksaann test swab, pihanya bisa mengetahui klaster baru kasus positif Covid-19 di wilayahnya.

"Meningkatnya angka Covid-19 di href="https://www.jabarnews.com/tag/ Kabupaten Cirebon"> Kabupaten Cirebon, saya lebih senang, karena kita menemukan warga yang terpapar Covid-19. Bayangkan jika kita tidak mengetahui warga terpapar virus, maka akan sulit untuk ditangani dan menyelamatkan warga lain dari serangan Covid-19," katanya. Selasa (01/09/2020)

Dengan demikian, lanjut Imron Pemerintah terus gencar menggelar pemeriksaan test swab pada warga yang kontak erat dengan pasien terpapar Covid-19.

"Setelah kita mengetahui adanya peningkatan kasus, maka Pemerintah melalui Gugus Tugas gencar melakukan test swab pada warga yang kontak erat dengan pasien positif terpapar Covid-19," jelas Imron.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 href="https://www.jabarnews.com/tag/ Kabupaten Cirebon"> Kabupaten Cirebon mencatat hingga saat jumlah total kasus Covid-19 sekitar 239 kasus.

"Hari ini ada tambahan 9 kasus baru, hingga seluruh jumlah saat ini sekitar 239 kasus Covid-19," imbuh dia.

Saat disinggung soal beberapa Puskesmas yang ditutup sementara, ia juga mengungkapkan. Meski Puskesmas yang ada di wialayah zona merah ditutup sementara, masyarakat bisa mendatangi Puskesmas tetangga untuk berobat atau petugas yang mendatangi pasien yang memang mengalami sakit parah.

"Ditutupnya Puskesmas ini, karena ada beberapa Nakes yang terpapar. Meski demikian pelayanan untuk masyarakat tetap harus diberikan dengan cara, Nakes yang tidak terpapar bisa mendatangi rumah warga untuk memberikan pelayanan," lanjutnya.

Dengan terus meningkatnya kasus baru, ia berharap masyarakat jangan anggap remeh tentang protokol kesehatan Covid-19. Dengan tidak menerapkan protokol kesehatan maka kasus akan terus bertambah.

"Kami dari Pemerintah meminta kepada masyarakat untuk tidak memandang remeh kasus Covid-19 ini," harapnya. (CR2)

Editor: Solahudin

Tags

Terkini

X