• Minggu, 5 Desember 2021

Kisruh Dirut PDAM Berlanjut, Bupati Bekasi Digugat ke PTUN

- Senin, 26 Oktober 2020 | 14:17 WIB
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja  salah satu pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi  ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. (Foto: Ahmad Rijal/Jabarnews)
Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja salah satu pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. (Foto: Ahmad Rijal/Jabarnews)

JABARNEWS | BEKASI - Kisruh pengangkatan Usep Rahman Salim sebagai Direktur Utama (Dirut) PDAM Bhagasasi periode 2020 - 2024 oleh Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja tak kunjung usai.

Setelah adanya aksi unjuk rasa berkali-kali yang meminta Bupati Eka membatalkan serta menggugurkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan Usep sebagai Dirut untuk yang ketiga kalinya, kini berlanjut digugat warga.

Bupati Bekasi Digugat oleh Warga Kabupaten Bekasi dan salah satu pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi terkait SK bernomor 500/Kep.332-Admrek/2020 tentang Penugasan Kembali Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi Bekasi Masa Jabatan Periode Tahun 2020 - 2024 ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung pada Jum'at (23/10/2020).

Salah satu penggugat Hasanudin Basri menjelaskan bahwa dirinya ingin menguji materi Surat Keputusan (SK) Bupati Bekasi yang kembali mengangkat Usep sebagai Dirut dengan Pasal 51 ayat 1 Permendagri nomor 37 tahun 2018 jo. Pasal 61 Peraturan Pemerintah Nomor 54 tahun 2017.

"Dalam aturan tersebut (pasal 51 Permendagri) memang dimungkinkan seorang Direksi diangkat untuk masa jabatan yang ketiga kalinya," ucap Hasan sapaan akrabnya (26/10/2020)

Namun, kata dia, jangan ditafsirkan dengan enteng, dalam pasal tersebut pun disebutkan bahwa Direksi bisa diangkat ketiga kalinya jika memiliki keahlian khusus dan/atau prestasi yang sangat baik.

"Garis bawahi ya, keahlian khusus dan/atau prestasi yang sangat baik." timpal Hasan.

Bahkan dalam hal keahlian khusus dan prestasi, lanjut Hasan diperjelas secara rinci di dalam pasal 51 ayat 2 point a sampai d disebutkan Direksi yang ketiga kalinya bisa kembali diangkat harus melampaui target realisasi bisnis serta rencana kerja dan anggaran BUMD, Penilaian Wajar Tanpa Pengecualiaan 3 tahun berturut-turut, seluruh hasil pengawasan ditindaklanjuti dan terpenuhinya target dalam kontrak kinerja 100 persen selama dua periode kepemimpinan.

"Amanah Permendagri tersebut menyimpulkan kesempurnaan Kinerja direksi selama menjabat, faktanya hampir setiap Minggu pelanggan PDAM mengeluhkan pelayanan air yang kurang baik dari PDAM, selain itu kami menilai tingkat kebocoran belum diminimalisir sesuai kontrak kerja dan bisnis plan, apalagi PAD PDAM atas penyertaan modal 2 tahun terakhir tidak mencapai target" tegas Hasan.

Kemudian yang menjadi pertimbangan selanjutnya apakah Bupati Eka menterjemahkan secara bersama aturan Pasal 51 ayat 2 point d yang menyebutkan syarat Direksi bisa kembali diangkat untuk ketiga kalinya jika terpenuhinya target dalam kontrak kinerja sebesar 100 persen selama dua periode kepemimpinan.

"Sepertinya draf SK Perpanjangan tersebut sudah jadi dan Bupati Eka hanya menandatangani tanpa tahu secara utuh penterjemahan pasal 51 Permendagri 37 tahun 2018, saya yakin Bupati tidak sepenuhnya tahu, dan sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Maka dari itu, sebagai bentuk check and balance SK pengangkatan tersebut kami uji materi di PTUN," ujarnya. (CR1)

Editor: Iqbal Safana

Tags

Terkini

Gunung Semeru Erupsi, Warganet: Stay Safe Kawan-kawan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 19:07 WIB

Pengedar Narkoba Asahan Simpan Narkoba di Pot Bunga

Sabtu, 4 Desember 2021 | 12:57 WIB
X