• Selasa, 28 September 2021

Banjir Rendam Tiga Kampung di Ciawi Kabupaten Tasikmalaya

- Kamis, 26 November 2020 | 11:51 WIB
Ciaca buruk menyebabkan bencana banjir yang merendam ratusan rumah dan longsor menutup akses jalan desa di 3 desa Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (25/11/2020). (Foto: Net)
Ciaca buruk menyebabkan bencana banjir yang merendam ratusan rumah dan longsor menutup akses jalan desa di 3 desa Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (25/11/2020). (Foto: Net)

JABARNEWS | TASIKMALAYA - Curah hujan tinggi di Kabupaten Tasikmalaya, mengakibatkan sejumlah wilayah terendam banjir dan lonsor.

Banjir dengan ketinggian hingga 80 cm merendam tiga kampung di wilayah Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (25/11/2020) petang.

Kabid Danlog BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Irwan banjir terjadi akibat curah hujan yang tinggi di tiga kampung di Kecamatan Ciawi, dan merendam rumah warga, serta sekolah SMP Negeri 1 Ciawi.

"Selain banjir, bencana longsor juga terjadi dan menutup akses jalan antar desa di Kampung Cipulus, Desa Bugel, Kecamatan Ciawi," terangnya.

Dia menjelaskan, personel gabungan diturunkan pada Kamis (26/11/2020) pagi ini, untuk membersihkan material longsoran yang menutup akses jalan desa.

Informasi yang berhasil dihimpun, banjir yang terjadi di tiga kampung ini akibat tingginya curah hujan selama tiga jam, yakni pada pukul 14.00-17.00 WIB. Akibatnya, air sejumlah sungai yang melintasi pemukiman penduduk meluap dan merendam rumah warga.

Tiga kampung yang terendam banjir pada Rabu (25/11/2020) petang, antara lain Kampung Nampong, Kampung Karangasem, dan Kampung Sukamantri, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Enjang, air mulai naik setelah Salat Ashar, dan hujan turun sangat deras mengakibatkan rumahnya terendam banjir dengan ketinggian sekitar 80 cm.

"Banjir kali ini merupakan banjir yang paling besar jika dibandingkan dengan banjir tahun sebelumnya," ujarnya.

Banjir merendam semua rumah di sepanjang jalan Kampung Nampong. Menurutnya, banjir akan surut jika sungai sudah surut, dan jika belum surut maka dirinya bersama anak dan istrinya akan mengungsi ke mushola yang berada di belakang rumahnya. (Red)

Editor: Iqbal Safana

Tags

Terkini

DPC PPP Purwakarta Bakal Gelar Muscab, Siapa Calonnya?

Senin, 27 September 2021 | 19:24 WIB

Jatuh ke Laut, Pria Asal Asahan Ditemukan Tewas

Senin, 27 September 2021 | 10:45 WIB

Lapas IIB Purwakarta Pasang Panic Button, Ini Fungsinya

Senin, 27 September 2021 | 10:32 WIB
X