• Minggu, 28 November 2021

Habib Rizieq Terseret Masalah Lagi, PTPN VIII Laporkan ke Bareskrim

- Sabtu, 23 Januari 2021 | 14:00 WIB
Habib Rizieq Shihab, (Foto: Detik)
Habib Rizieq Shihab, (Foto: Detik)

JABARNEWS | JAKARTA - Pelaporan proses hukum kembali menyeret nama Habib Rizieq Shihab kepada Bareskrim Polri. Pelaporan yang dilakukan PTPN VIII berkaitan dengan dugaan penyerobotan lahan.

Pelaporan diduga penyerobotan lahan itu, terkait penggunaan lahan tanpa izin Pondok Pesantren Alam Agrokultural Markaz Syariah, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro mengatakan, pihak siapnya menghadapi setiap proses hukum apabila laporan dari PTPN VIII diproses oleh Bareskrim Polri.

"Kalau itu sebagai bagian proses hukum yang harus dihadapi dan dijalani ya kami harus hadapi," ujar Sugito, Sabtu (23/1/2020).

Sugito pun menyesalkan pelaporan yang dilakukan PTPN VIII. Pasalnya, Habib Rizieq dan FPI saat ini sedang menghadapi banyak masalah.

Selain itu, menurut dia, pelaporan itu sebagai upaya membungkam Habib Rizieq Shihab yang kini sudah ditahan di Bareskrim atas kasus pelanggaran protokol kesehatan.

"Menurut saya ini bagian dari membungkam Habib Rizieq secara keseluruhan. Tidak hanya Habib Rizieq sebagai pribadi, FPI sebagai organisasi, tapi juga pesantrennya," ujar

Sementara itu, Kuasa Hukum PTPN VIII Ikbar Firdaus Nurahman, mengatakan pihaknya telah melaporkan pihak-pihak yang terhadap penggunaan lahan di tempat tersebut.

"Melaporkan terkait penguasaan lahan yang dikuasai oleh pihak-pihak yang kami sudah berikan peringatan terlebih dahulu terhadap pihak-pihak tersebut," kata kuasa hukum PTPN VIII Ikbar Firdaus Nurahman di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Ikbar mengatakan, pihaknya melaporkan sekitar 250 orang yang merupakan pihak yang menguasai lahan di lokasi pesantren. Salah satunya eks Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

"Di kawasan Megamendung, semua yang mendirikan bangunan tanpa izin dan berada di atas lahan milik PTPN akan kami laporkan secara hukum," ujar Ikbar.

Editor: Iqbal Safana

Tags

Terkini

X