• Minggu, 24 Oktober 2021

5.000 Peserta Ikuti Apel Virtual Kesiapsiagaan Bencana, GP Ansor Jabar: Komitmen Perjuangan

- Rabu, 10 Februari 2021 | 15:40 WIB
Apel virtual kesiapan bencana 5.000-an peserta dari unsur Pengurus Ansor, Banser, dan Kyai muda Rijalul Ansor se-Jabar, pada Selasa (8/2/2021) lalu. (Foto: GP ANsor).
Apel virtual kesiapan bencana 5.000-an peserta dari unsur Pengurus Ansor, Banser, dan Kyai muda Rijalul Ansor se-Jabar, pada Selasa (8/2/2021) lalu. (Foto: GP ANsor).

JABARNEWS | BANDUNG - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat menggelar apel virtual kesiapsiagaan bencana yang diikuti oleh 5.000-an peserta dari unsur Pengurus Ansor, Banser, dan Kyai muda Rijalul Ansor se-Jabar, pada Selasa (8/2/2021) lalu.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor yang juga Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dhofiri. Keduanya turut memberikan sambutan pengarahan kepada peserta apel.

Dalam sambutannya, Kapolda Jabar Irjen Ahmad Dhofiri menyambut baik pelaksanaan Apel Kesiapsiagaan bencana Banser Jabar. "Semoga dengan dilaksanakannya apel ini akan terwujud visi dan misi yang sama sehingga bisa diimplementasikan oleh seluruh anggota kader Banser se Jawa Barat", kata Kapolda Irjen Ahmad Dhofiri dalam keterangan yang diterima, Rabu (10/2/2021).

Sebagaimana wataknya yang telah digariskan, lanjut Kapolda, dengan semangat kepemudaan, kerakyatan, keislaman, dan Kebangsaan Gerakan Pemuda Ansor Jabar. Dia berharap bisa terus eksis, memiliki keteladanan, kejuangan, kepeloporan dan jiwa penolong dalam menegakkan ajaran Islam.

"Dalam konteks kekinian, kiprah Banser semakin nyata dibutuhkan dalam menghadapi pandemi covid 19 yang melanda bangsa Indonesia dan juga berbagai bencana khususnya di Jawa Barat," harapnya.

Dirinya menjelaskan bahwa pihaknya akan terus terbangun kerjasama yang intensif bersama Ansor dan Banser Jabar dalam rangka menjaga kondusifitas Kamtibmas di wilayah Jabar.

Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor menginstruksikan kepada seluruh peserta apel untuk senantiasa disiplin menegakkan protokol kesehatan. "Jangan kendor dan tidak boleh lengah. Ini dalam rangka melindungi diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar kita," ucap Gus Yaqut.

Lebih lanjut Gus Yaqut mengamanatkan, agar sebagai kader kader ansor-banser sekaligus kader NU harus memiliki cita cita besar dan juga berjiwa besar. "Berjiwa besar itu tidak pengecut, kita pantang mencari masalah, tapi kalau ada masalah kita harus menghadapinya, jangan menghindar. Yang kedua, tidak boleh serakah, apa yang ada, yang kita miliki saat ini kita syukuri dan jangan mengambil yang bukan hak dan milik kita," paparnya.

Ciri kader berjiwa besar yang ketiga, lanjut mantan Wakil Ketua Komisi II ini adalah tidak mudah tersinggung dan sakit hati sehingga dapat mudah memaafkan. "Saya selalu mengingatkan sebagai kader ansor dan banser jangan pernah terbang ketika dipuji dan tidak akan tumbang ketika dicaci," tegasnya.

Dalam keterangannya, Ketua PW GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar mengatakan gelaran apel kesiapsiagaan bencana ditujukan untuk mengkonsolidasi para kader Ansor, Banser dan kyai muda di Jabar. Untuk bersama-sama, lanjut dia, harus siap dan waspada menghadapi segala kondisi dan cuaca alam yang ada terutama pada musim penghujan akhir akhir ini.

"Bukan sekedar apel dan kumpul-kumpul. Tapi meneguhkan komitmen dan perjuangan kemanusiaan kita semua agar selalu siap turun di tengah masyarakat menghadapi berbagai kemungkinan dan situasi yang ada," ujar Deni Ahmad Haidar.

Deni juga menyampaikan rasa prihatinnya yang mendalam atas musibah bencana yang melanda sejumlah daerah baik banjir maupun tanah longsor di Jabar. Walaupun dalam situasi terbatas karena pandemi Covid-19, dirinya bersyukur pasukan Banser di daerah bisa hadir membantu masyarakat yang menjadi korban.

"Terimakasih dan apresiasi kami kepada sahabat sahabat Ansor-Banser yang senantiasa hadir meringankan beban musibah saudara saudara kita," lanjutnya.

Deni berharap agar bencana di Jawa Barat ini tidak terus terulang sebagai tragedi tahunan yang menyengsarakan masyarakat. Dia berharap agar pemerintah daerah memiliki peta mitigasi yang jelas, penanganan sampah yang terintegrasi, dan juga memasukan muatan mitigasi bencana ini dalam kurikulum pendidikan.

"Dan tentu saja ada regulasi yang bisa diimplementasikan oleh para stakeholder dan masyarakat dalam mencegah bencana," ungkapnya.

Sebanyak 5.000-an kader yang mengikuti apel virtual ini masing-masing diikuti oleh 150 peserta dari setiap Kota dan Kabupaten di Jabar yang terdiri dari 50 pengurus ansor, 50 kader Banser dan 50 Kyai muda. Secara virtual, para peserta mengikuti apel melalui layar monitor di cabang masing-masing, dengan lokasi ada yang dikantor Ansor, PCNU, pesantren, madrasah dan lapangan terbuka. (Red)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X