• Selasa, 19 Oktober 2021

Demi Pilpres 2024, Ridwan Kamil Incar Ketua DPD Golkar Jabar dari Ade Barkah?

- Minggu, 21 Februari 2021 | 20:35 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar)

JABARNEWS | BANDUNG - Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Ade Barkah Surachman saat ini tengah dihadapkan pada kasus dugaan korupsi suap proyek yang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus dugaan suap proyek itu sebelumnya menyeret mantan anggota DPRD Jabar asal Indramayu, Abdul Rozak Muslim (ARM) yang juga berasal dari Partai Golkar. Dalam kasus itu, Abdul Rozak Muslim sudah ditetapkan sebagai tersangka 

Pada awal Februari ini, KPK pun telah memeriksa Ketua DPD Golkar Jabar Ade Barkah. Dia diperiksa terkait proses penganggaran bantuan provinsi yang berasal dari aspirasi anggota DPRD Jabar. 

Isu penggantian jabatan Ketua DPD Golkar Jabar pun kemudian mencuat. Sekjen DPD Golkar Jabar Ade Ginanjar dikabarkan telah mengumpulkan para Ketua DPD Kabupaten/Kota menggelar rapat.

Hal tersebut dibenarkan oleh kader senior DPD Partai Golkar Kabupaten Garut Agus Joy. Meski begitu, dikutip dari Pojokberita, Agus Joy mengaku belum tahu persis apakah posisi Ketua DPD Golkar Jabar akan digantikan oleh pejabat sementara (Pjs) atau tidak.

Di sisi lain, muncul kabar bahwa Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat ini tengah mengincar Ketua DPD Golkar Jabar. Hal itu seiring dengan masa jabatan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar akan berakhir pada 2023.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengaku telah memperoleh kabar tersebut. Menurut dia, Ridwan Kamil yang kerap masuk dalam bursa calon presiden potensial di Pilpres 2024 memerlukan kendaraan politik.

Ketika masa jabatan Ridwan Kamil sebagai Gubernur Jabar habis pada 2023, menurut dia, maka panggung politiknya akan meredup. Oleh karena itu, Ridwan Kamil membutuhkan panggung baru untuk menyongsong pesta demokrasi Pilpres 2024.

"Saya dengar RK ( Ridwan Kamil -red), sedang berencana atau mengincar ingin jadi Ketua DPD Golkar Jabar. Itu artinya RK sudah paham dan sudah tahu apa yang akan terjadi pada dirinya," kata Ujang, dikutip dari Sindonews, Minggu (21/2/2021).

"Daripada nanti nggak punya jabatan, maka ambil posisi Ketua Golkar Jabar," sambung Ujang Komarudin.

Menurut dia, beberapa kepala daerah yang berpotensi menjadi capres 2024 akan habis masa jabatannya pada 2022 dan 2023. 

Artinya, mereka kehilangan panggung atau momentum selama satu tahun lebih untuk menuju ke Pilpres 2024. Sebab pesona politiknya akan meredup atau bahkan menghilang sebelum Pilpres 2024 datang.

Oleh karena itu, mereka yang akan pensiun di tahun tersebut harus mencari kendaraan lain agar pesonanya tetap terjaga hingga Pilpres 2024.

"Seperti itulah yang akan terjadi. Pesona kepala daerah yang sudah tak menjabat lagi akan meredup, luntur, dan bahkan hilang," katanya.

"Ini sudah menjadi bagian dari sunatullah di politik, 'ada gula, ada semut'. Ketika mereka berkuasa, akan ada datang banyak semut yang mengerumuni," tutur Ujang.

"Sedangkan jika sudah tak berkuasa, semut-semut akan menghilang. Kecuali mereka punya jabatan baru yang bisa digunakan sebagai panggung pencitraan," pungkasnya. (Red)

Editor: Yoyo W

Tags

Terkini

X