• Selasa, 28 September 2021

112 Rumah di Cibalong Kena Imbas Pergerakan Tanah, Tiga Diantaranya Rusak Parah

- Senin, 1 Maret 2021 | 12:23 WIB
Salah satu rumah yang rusak berat tampak miring dan temboknya retak-retak di lokasi pergerakan tanah Kampung Cianteg, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupatrn Tasikmalaya,  (Foto: Net)
Salah satu rumah yang rusak berat tampak miring dan temboknya retak-retak di lokasi pergerakan tanah Kampung Cianteg, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupatrn Tasikmalaya, (Foto: Net)

JABARNEWS | TASIKMALAYA- Ratusan rumah warga di Dusun Cianteg, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, rusak, akibat pergerakan tanah.

Berdasarnkan informasi yang dihimpu, sebanyak 112 rumah warga di wilayah tersebut rusak dan tiga diantaranya mengalami rusak parah dan tidak bisa ditangali karena tidak layak huni.

Selain dinding retak, posisi tiga rumah itu telah miring hingga 45 derajat sehingga dikhawatirkan akan ambruk. Lantaran membahayakan, rumah tersebut dipasangi garis polisi agar warga tidak mendekat ke bangunan tersebut.

Kepala Desa Setiawaras Asep Gusnawan mengatakan, pergerakan tanah di wilayah tersebut sudah berlangsung sejak awal Februari 2021 lalu. dan semakin parah saat digiyur hujan beberapa hari yang lalu.

"Bencana pergerakan tanah itu semakin parah saat hujan deras mengguyur Desa Setiawaras tiga hari lalu," kata Asep Gusnawan, dilansir dari inews, Senin (1/3/2021).

Hingga saat ini, aparat desa dan warga masih menunggu hasil kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait layak atau tidaknya Dusun Cianteg tersebut untuk ditempati.

Warga sekitar kini hanya bisa melakukan perbaikan seadanya di lokasi pergerakan tanah dengan memperbaiki saluran air agar jika hujan kembali mengguyur tidak memicu pergerakan tanah lebih parah.

Sementara itu, Ee Supriadi, warga yang rumahnya diberi garis polisi mengaku kebingungan. Pasalnya pihak terkait hanya melarang wrga menempati rumah mereka tanpa memberikan solusi.

"Warga bingung sampai kapan rumahnya dilarang ditempati karena tidak ada tempat khusus yang disediakan pemerintah untuk para korban," kata Ee Supriadi. (Red)

Editor: Iqbal Safana

Tags

Terkini

X