• Minggu, 24 Oktober 2021

Fantastis! Butuh Rp581 Miliar Untuk Perbaikan Jalan di Kabupaten Kuningan

- Selasa, 8 Juni 2021 | 08:00 WIB
Ilustrasi jalan rusak. (Foto: Net).
Ilustrasi jalan rusak. (Foto: Net).

JABARNEWS | KUNINGAN - Kepala Bidang Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Kuningan Teddy Sukmajayadi menyebut, diperlukan biaya sekitar Rp581 miliar untuk memperbaiki jalan rusak di Kabupaten Kuningan.

Dia mengaku, pihaknya telah mengajukan dana tersebut ke pemerintah untuk perbaikan tahun 2022 mendatang.

"Yang sudah diusulkan ke pemerintah pusat, provinsi maupun daerah itu totalnya Rp581 miliar kurang lebih kalau jalan di Kuningan pengen 100 persen baik, termasuk penanganan bencana misal ada yang rusak karena longsor dan lainnya," kata Teddy dikutip dari rmoljabar.com, Senin (7/6/2021).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan bahwa saat ini sepanjang 188 kilometer jalan di Kabupaten Kuningan dalam kondisi rusak.

"Dari total ruas jalan yang ada sepanjang kilometer, ada jalan yang dalam kondisi baik mencapai 612,98 kilometer," ungkapnya.

Teddy menjelaskan, total jalan 800,98 kilometer, ada yang dianggap baik dari hasil survei sampai akhir 2020 itu sepanjang 612,98 kilometer. Sementara yang rusak ada 188 kilometer.

Tak hanya itu, Teddy menyampaikan, untuk memperbaiki 188 kilometer jalan yang rusak itu, tahun ini pihaknya baru bisa memperbaiki 42 kilometer jalan saja. Hal itu disebabkan karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

"Untuk memperbaiki jalan yang rusak tahun ini ada anggaran dari APBD dan DAK Kuningan untuk 21 kilometer dan bantuan provinsi juga 21 kilometer, jadi tahun ini totalnya yang bisa diperbaiki 42 kilometer dari 188 kilometer jalan yang rusak," jelasnya.

Menurut Teddy, untuk pemeliharaan jalan yang masih dalam kondisi baik. Tahun ini, sambung dia, baru bisa dilakukan sekitar 30 persen dari 612,98 kilometer.

"Yang jadi PR kita dari total 800,98 kilometer itukan ada kondisi yang dianggap baik ada 612 km, itu pun harus dipelihara. Untuk pemeliharaan rutin kitapun baru bisa menangani maksimum 30 persen," tutupnya. (Red)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X