• Minggu, 24 Oktober 2021

Berkah Dokumen Palsukan KTP hingga BPKB, Sebulan Raup Rp20 Juta

- Senin, 14 Juni 2021 | 21:05 WIB
Pelaku pemalsu dokumen ditangkap Satreskrim Polresta Bandung. (Foto: Antara)
Pelaku pemalsu dokumen ditangkap Satreskrim Polresta Bandung. (Foto: Antara)
<p> p><b>JABARNEWS | BANDUNGb> - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta <a href="https://www.jabarnews.com/tag/Bandung">Bandunga> menangkap tiga tersangka pelaku pemalsuan berbagai jenis dokumen mulai dari<a href="https://www.jabarnews.com/tag/ Ijazah"> Ijazaha>, KTP, SIM, BPKB, hingga kartu keluarga. <br /> <br /> Kapolresta <a href="https://www.jabarnews.com/tag/Bandung">Bandunga> Kombes Pol<a href="https://www.jabarnews.com/tag/ Hendra Kurniawan"> Hendra Kurniawana> mengatakan tiga orang tersebut berinisial RFH, RMK, dan MBI. Mereka melakukan aksi tersebut dengan memasang iklan secara daring. <br /> <br /> "Konsumennya dari berbagai pihak yang masuk ke website langsung ke aplikasi WhatsApp, DP 50 persen dikerjakan dua hari, dokumen dikirim," kata<a href="https://www.jabarnews.com/tag/ Hendra Kurniawan"> Hendra Kurniawana> di <a href="https://www.jabarnews.com/tag/Bandung">Bandunga>, Senin (14/6/2021), dikutip dari Antara. <br /> <br /> Guna meyakinkan para calon konsumennya, Hendra mengatakan para pelaku menyebut bahwa blanko yang digunakan adalah asli dan bukan hasil dari editan digital. <br /> <br /> Menurut Hendra, mereka pun mengklaim bahwa blanko yang digunakan pun sama dengan yang resmi. Sehingga para calon konsumen pun tergiur dengan jasa dokumen palsu tersebut. <br /> <br /> "Website namanya berkah dokumen. Di sana dijelaskan mereka memiliki kemampuan membuat dokumen sesuai permintaan. Lokasinya di Baleendah," katanya. <br /> <br /> Menurut Hendra, dalam satu bulan para pelaku bisa meraup sekitar Rp15 juta hingga Rp20 juta. Pemalsuan dokumen tersebut diduga telah dilakukan pelaku sejak dua tahun lalu. <br /> <br /> Dengan adanya tindak kriminal itu, Hendra mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan jasa pembuatan dokumen yang tidak memiliki kewenangan secara resmi dari instansi negara. <br /> <br /> "Tidak ada institusi selain yang ditunjuk mengeluarkan dokumen," katanya. <br /> <br /> Hendra mengatakan, para tersangka dijerat dengan Pasal 264 sub 263 Jo. 55 Jo. 56 KUHPidana dengan ancaman 8 tahun penjara. <b>(Red)b>

Editor: Yoyo W

Tags

Terkini

X