• Minggu, 24 Oktober 2021

Kurang Komunikasi, Warga Tasikmalaya Meninggal Saat Isoman di Kosan

- Minggu, 11 Juli 2021 | 21:00 WIB
Ilustrasi- Evakuasi jenazah Covid-19. (Foto: Antara)
Ilustrasi- Evakuasi jenazah Covid-19. (Foto: Antara)

JABARNEWS | TASIKMALAYA - Akibat Covid-19, seorang warga berinisial A (47) meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di kosannya, di Kelurahan Kahuripan, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Minggu (11/7/2021). 

Kapolsek Tawang, Iptu Nandang Rohman mengatakan, pihaknya menerima laporan adanya warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) meninggal dunia. Diduga, korban meninggal lantaran terpapar Covid-19 pada Minggu subuh.

"Korban sudah empat hari dinyatakan positif, lalu isolasi di kosan. Sudah beri tahu pemilik kosan, namun pemilik tak memberi tahu satgas," kata dia, Minggu (11/7/2021), dikutip dari Republika.

Menurut Nandang, apabila ada laporan ke Satgas Penanganan Covid-19, maka peristiwa itu kemungkinan bisa diantisipasi. 

Namun, pemilik kos tak melakukan komunikasi kepada Satgas Penanganan Covid-19 terkait adanya penghuni yang menjalani isolasi mandiri.

Ia mengimbau kepada para pemilik kosan agar selalu berkomunikasi ketika ada penghuninya yang menjalani isoman. Dengan begitu, kondisi warga yang menjalani isolasi mandiri bisa terus terpantau. 

"Jangan sampai ini terulang kembali. Ini menjadi contoh buat kita semua untuk terus meningkatkan kewaspadaan," kata dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Ivan Dicksan mengatakan, pihaknya telah memerintahkan para camat dan lurah untuk terus mengawasi aktivitas warganya.

Khususnya bagi warga yang menjalani isolasi mandiri. Ia juga meminta posko-posko di kelurahan lebih aktif dalam melakukan pengawasan.

"Kemarin sempat terkendala terkait penganggaran, tapi kami sudah koordinasikan, anggarannya sudah disiapkan. Sehingga jangan sampai ada kendala anggaran kaitan aktivitas posko-posko di kelurahan," kata dia.

Ivan Dicksan menambahkan, para lurah juga harus dapat menggerakkan ketua rukun warga (RW) dan rukun tetangga (RT) untuk terus memantau warga. 

Setidaknya, dengan terus memberikan sosialisasi agar warga disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan dapat melakukan penanganan ketika ada yang terpapar Covid-19.

"Jadi minimal menangani jika ada warga kita yang terpapar Covid, kita tahu langkah bagaimana warga kita yang isolasi mandiri, dan bagaimana koordinasi dengan pihak puskesmas serta kelurahan," kata dia.

Menurut Ivan Dicksan, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil juga telah meluncurkan aplikasi terkait pemantauan untuk warga yang menjalani isoman. 

Melalui aplikasi tersebut, terang dia, warga yang menjalani isolasi mandiri dapat mengakses obat-obatan dari pemerintah.

"Itu dimanfaatkan dan disosialisasikan. Kami mohon teman-teman para lurah bisa berkolaborasi di tingkat paling bawah, bisa memberdayakan masyarakat untuk menangani Covid-19 lebih baik lagi," kata Ivan Dicksan. (Red)

Editor: Yoyo W

Tags

Terkini

X