• Selasa, 28 September 2021

Rp5,3 Miliar Dialokasikan untuk Warga Terdampak Longsor Cilawu Garut

- Selasa, 27 Juli 2021 | 22:10 WIB
Sekretaris Daerah Pemkab Garut Nurdin Yana meninjau lahan yang akan dijadikan pemukiman rumah warga korban bencana tanah longsor di Cilawu. (Foto: Diskominfo Garut)
Sekretaris Daerah Pemkab Garut Nurdin Yana meninjau lahan yang akan dijadikan pemukiman rumah warga korban bencana tanah longsor di Cilawu. (Foto: Diskominfo Garut)

JABARNEWS | GARUT - Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalokasikan dana sebesar Rp5,3 miliar untuk pembangunan puluhan rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Cilawu di tempat baru yang aman dari bencana longsor.

"Jumlah dengan tanah itu Rp1,8 miliar sehingga posisi sekitar Rp5,3 miliar, ini kebutuhan uang yang kita gelontorkan untuk kepentingan masyarakat," kata Sekretaris Daerah Pemkab Garut Nurdin Yana usai meninjau lahan relokasi rumah warga yang terdampak tanah longsor di Kampung Cigadog, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Garut, Selasa (27/7/2021), dikutip dari Antara.

Ia menuturkan Pemkab Garut sudah berupaya melaksanakan kegiatan relokasi bagi 73 rumah warga yang terdampak bencana tanah longsor di Cilawu.

Seluruh rumah warga yang terdampak itu, kata dia, akan dibangunkan kembali rumah di tempat yang aman dari bencana longsor dengan alokasi dana sebesar Rp50 juta per unit rumah.

"Dana sekitar Rp50 juta untuk satu unitnya, jadi praktis akumulasi kebutuhan untuk 73 (KK) itu ada di sekitar Rp3,6 miliar," kata Nurdin didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satriabudi.

Ia menyampaikan saat ini sudah memasuki tahap pematangan lahan yaitu mulai dari pembebasan lahan dan pembangunan rumah dengan luas 6.400 meter persegi dengan harga tanah seluruhnya kurang lebih Rp1,8 miliar.

"Ini kita membeli di posisi 6.400 meter persegi, kurang lebih dikonversi harga itu sekitar Rp1,8 miliar, itu untuk tanah saja yang di kisaran luas 457 tumbak atau 6.400 meter persegi," katanya.

Ia mengimbau masyarakat yang sudah mendapatkan rumah baru itu agar tidak lagi kembali atau menempati rumah lama karena kondisinya rawan terdampak bencana alam tanah longsor.

Menurut dia rumah baru yang saat ini sedang dibangun akan lebih baik sebagai kawasan pemukiman rumah penduduk yang nyaman dan aman dari ancaman bahaya bencana alam.

"Kurang lebih kita juga menyiapkan masjid, kemudian juga jalannya, kemudian juga sudah barang tentu kalau untuk drainase," katanya.

Salah seorang warga yang rumahnya terdampak bencana tanah longsor, Piat (52) menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah membangun tempat relokasi yang aman dan nyaman.

"Terima kasih bapak bupati yang sudah memberikan bantuan yang segini besarnya, dan memfasilitasi warga masyarakat Desa Karyamekar, harapan mudah-mudahan ini secepatnya selesai dibangun," kata Piat. (Red)

Editor: Yoyo W

Tags

Terkini

X