• Minggu, 24 Oktober 2021

Pemkab Purwakarta Resmi Membuka PTM di 14 Kecamatan, Siswa Membawa Dompet Sehat

- Senin, 6 September 2021 | 13:24 WIB
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika bersama Forkopimda dan Disdik Kabupaten Purwakarta tunjau pelaksanaan PTM hari pertama. (Foto: Istimewa)
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika bersama Forkopimda dan Disdik Kabupaten Purwakarta tunjau pelaksanaan PTM hari pertama. (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | PURWAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta secara resmi membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sebanyak 208 sekolah dasar dan 56 sekolah menegah pertama di 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Purwakarta pada Senin, 6 September 2021.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, bersama jajaran forkopimda meninjau langsung PTM perdana di sekolah. Salah satunya di SDN 1 Ciwareng, Kecamatan Babakan Cikao Purwakarta.

Hal tersebut dilakukan guna untuk memastikan protokol kesehatan benar -benar dilaksanakan.

"Hari ini saya beserta dengan Pak Dandim kemudian juga Pak Kapolsek yang mewakili Kapolres, Kepala Dinas Pendidikan beserta jajarannya kita memantau aktivitas hari pertama untuk PTM terbatas di Kabupaten Purwakarta yang dimulai pada hari ini," ucap Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, Senin (6/9/2021).

Dijelaskannya, untuk gelombang pertama ini ada 14 Kecamatan dari 17 Kecamatan yang menggelar PTM. Sementara 3 Kecamatan yang masih zona merah PTM nya di tunda terlebih dahulu.

"Saat ini, Purwakarta menyisakan tiga Kecamatan yang masih berada zona merah. Namun itu, pembelajaran belum bisa dilakukan secara tatap muka. Ketiganya Kecamatan Jatiluhur dan Bungursari juga Kecamatan Kota," kata wanita yang akrab disapa Ambu Anne itu.

Ia mengatakan pada dasarnya pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah sudah berjalan dengan baik.

"Intinya pelaksanaan perokesnya sudah berjalan dengan baik anak-anak juga sudah paham, bahkan ada inovasi yaitu yang disebut dengan dompet sehat. Dompet itu disiapkan oleh orang tua siswa untuk masing-masing saiswanya yang berisikan Handsanitizer, cadangan masker, ada sapu tangan dan kayu putih," beber Ambu Anne.

Tak hanya itu, lanjut dia, sekolah juga kapasitas masih 50 persen jadi memang ada shift .

"Hari ini kita lihat mereka satu bangku satu anak, mudah-mudahan berjalan dengan baik,” ucapnya.

Ambu Anne mengungkapkan akan melakukan evaluasi pembelajaran tatap muka (PTM) selama 2 minggu kedepan.

“Bila gelombang satu ini lancar, maka gelombang kedua akan menyusul. Jadi kita berharap bahwa laju penyebaran covid-19 terus akan menurun. BOR kita sudah di bawah 10 persen hari ini juga sedang terus melakukan peningkatan kecepatan vaksinasi di semua Kecamatan," ucap Ambu Anne.

Sementara itu, siswa SDN 1 Ciwareng, Kaima Latif mengungkapkan, dirinya merasa senang bisa masuk sekolah walapun harus membawa dompet sehat tersebut yang berisi sapu tangan, tisu basah, hand sanitizer, masker cadangan dan minyak kayu putih.

“Iya, seneng bisa masuk sekolah lagi walapun harus membawa dompet karena sudah lama tak masuk sekolah," tutur Latif. (Gin)

Editor: Iqbal Safana

Tags

Terkini

X