• Kamis, 9 Desember 2021

Kasus Pria di Purwakarta Coba Bunuh Diri dan Racuni Anaknya, Ini Kronologisnya

- Rabu, 8 September 2021 | 16:56 WIB
Polisi saat meminta informasi dari warga di Desa Citalang Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. (Foto: Istimewa) 
Polisi saat meminta informasi dari warga di Desa Citalang Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. (Foto: Istimewa) 

JABARNEWS | PURWAKARTA - Seorang pria berinisial PS (30) warga asal Kampung Krajan, Desa Citalang Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, nekad melakukan aksi percobaan bunuh diri. 

Sebelum melakukan aksi nekadnya, PS juga diduga sempat meracuni kedua anaknya yang masih berusia 8 tahun dan 3 tahun dengan racun tikus.

Kapolsek Plered, Polres Purwakarta Kompol Winarsa menjelaskan kronologi PS diduga meracuni kedua anaknya masih berusia di bawah 10 tahun.

Awalnya, kata Winarsa, peristiwa terjadi pada Senin 6 September 2021 pertama diketahui oleh istrinya yang baru pulang dari pasar. Rumah dalam keadaan terkunci kemudian didobrak dan ternyata di dalam sudah ada suami dan kedua anaknya dalam keadaan mulut berbusa.

"Istri PS kemudian teriak minta tolong kepada tetangganya. Kedua anak termasuk PS dibawa ke rumah sakit guna mendapat penanganan medis," ucap Winarsa, Pada Rabu (8/9/2021).

Dia mengatakan, anggota cek TKP dan minta keterangan sejumlah saksi juga keluarga terdekatnya di lokasi kejadian Selasa kemarin.

Hasil dari keterangan mereka, PS sempat mengajak istrinya mengakhiri hidup bersama-sama, namun istrinya menolak. "Hari Senin maka terjadilah kejadian tersebut," ujar Kapolsek.

Winarsa menjelaskan, hasil olah TKP ditemukan sejumlah benda yang kemungkinan ada hubungannya dengan kejadian tersebut, di antaranya botol kecil racun tikus, pecahan kaca dan bantal.

"Racun itu diduga diminumkan kepada kedua anaknya dengan alasan obat tidur. Kemudian bantal diduga menutup wajah anaknya," ujarnya.

Adapun motif PS melakukan hal tersebut, Kapolsek belum bisa memastikan karena masih dalam penyelidikan.

Namun, sambung Winarsa, berdasarkan informasi PS memiliki riwayat atau pasien poli klinik kejiwaan di RSUD Bayu Asih Purwakarta.

"Tidak menutup kemungkinan terpengaruh kondisi sikisnya, tapi kami belum tahu detail. Kalau faktor ekonomi tidak menjadi persoalan karena mereka punya penghasilan," jelas dia.

Disinggung kondisi kedua anak dan PS, Kompol Winarsa menyebut dalam kondisi baik, bahkan kemarin kedua anaknya sudah kembali ke rumah. 

"PS juga sudah kembali pulang dengan rekomendasi ke keluarganya anak dibawa ke Rumah Sakit Jiwa," ujar Kapolsek.

Sementara itu, ketua Rt tempat dimana PS dan keluarga tinggal di Desa Citalang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Neneng Komariah mengatakan, keseharian PS jual beli genteng dan biasa membawa kendaraan roda empat. Sementara istrinya buka warung.

"Yah biasa normal, sama tetangga juga biasa baik. Mereka juga gak pernah bertengkar," ujar Neneng.

Pada saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan terkunci dan dibuka oleh anak yang pertama. Di dalam anak dan PS sudah tergeletak.

"Di dalam ditemukan ada darang bertetesan. Terus dimulutnya berbusa. Istrinya panik dan minta tolong lalu PS dan kedua anaknya di bawa ke rumah sakit diantar ambulan desa," kata Neneng.

Disinggung PS tega diduga meracuni kedua anak termasuk melukai dirinya sendiri, Neneng mengaku tidak mengetahui pasti, hanya saja berdasarkan keterangan tetangga memiliki faktor ginetik dari pihak keluarga PS.

"Pihak kepolisian kemarin ke sini dan mengamankan sejumlah barang bukti," jelas Neneng. (Gin)

Editor: Iqbal Safana

Tags

Terkini

Pos Indonesia Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Kamis, 9 Desember 2021 | 14:59 WIB
X