• Minggu, 28 November 2021

Pembangunan Kereta Cepat Gunakan Teknologi Ramah Lalu Lintas

- Senin, 13 September 2021 | 20:45 WIB
Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung. (Foto: Dok. KCIC)
Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung. (Foto: Dok. KCIC)

JABARNEWS | BANDUNG – Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) diprediksi mulai beroperasi pada akhir 2022. Pada pertengahan Agustus 2021 lalu, progres pembangunan tersebut telah mencapai 77,92 persen.

GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Mirza Soraya mengatakan, proses pengerjaan proyek kereta cepat dilakukan dengan teknologi peluncur gelagar agar lebih ramah lalu lintas.

Pembangunan KCJB, kata Mirza Soraya, menggunakan peluncur gelagar (ginder launcher) berjenis Through-Tunnel Box Girder Erecting Machine yang bisa digunakan di dalam terowongan.

“Peluncur gelagar berjenis Through-Tunnel Box Girder Erecting Machine memungkinkan operator mesin untuk menekuk sayap peluncur gelagar, sehingga mesin mudah dilepas-pasang, dan menjadikan peluncur gelagar lebih fleksibel,” katanya, melalui keterangan pers, Senin (13/9/2021).

Ia menambahkan, teknologi tersebut dapat membuat pengerjaan proyek KCJB yang memiliki 13 tunnel menjadi lebih efisien. Dengan begitu, progres pembangunan proyek KCJB ini berjalan cepat.

“Peluncur gelagar jenis ini, membuat pemasangan girder box di dalam terowongan pada trase KCJB lebih cepat dan efisien ketimbang cara lama dengan memasang penyangga di bawahnya, yang umum dilakukan dalam pembangunan jembatan tol. Terlebih, proyek KCJB memiliki 13 terowongan,” katanya.

Mirza Soraya menyebut, jika teknologi dengan fitur yang fleksibel ini memiliki dimensi yang kompatibel dan mampu menyesuaikan dengan ukuran terowongan. Hal ini membuat pengerjaan konstruksi khususnya pemasangan box gelagar menjadi lebih efektif dan efisien.

“Biasanya girder dibawa melalui jalan raya kemudian dinaikkan untuk dipasang. Namun dengan teknologi yang dimiliki peluncur gelagar ini, girder bisa langsung dinaikkan untuk kemudian dipasang. Sehingga proses pemasangan tidak begitu mengganggu arus lalu lintas.” jelasnya.

Disamping itu, Mirza menekankan teknologi-teknologi baru dan canggih yang digunakan dalam proyek KCJB, bisa menjadi kesempatan baik bagi tenaga kerja Indonesia untuk mempelajari hal-hal baru di bidang konstruksi untuk kemajuan dunia kontruksi di Indonesia.

“Pada pembangunan proyek KCJB, kami juga melakukan transfer pengetahuan dari tenaga ahli Tiongkok kepada tenaga lokal Indonesia. Mengingat ada banyak teknologi baru yang diterapkan dalam proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini,” jelasnya.

Hingga pertengahan Agustus, kata dia, progres proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung sudah mencapai 77,92 persen. Pada awal Agustus, lanjut dia, terowongan 8 dan 10 yang berada di Kabupaten Bandung Barat berhasil ditembus.

Hingga pertengahan Agustus, kata dia, progres proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung sudah mencapai 77,92 persen. Pada awal Agustus, lanjut dia, terowongan 8 dan 10 yang berada di Kabupaten Bandung Barat berhasil ditembus.

Pencapaian ini merupakan suatu hal yang luar biasa karena pembangunan kedua terowongan tersebut memiliki tekstur geografis yang cukup tinggi. Selain itu, dengan tembusnya terowongan 8 dan 10, artinya tinggal tiga lagi terowongan yang saat ini masih dalam proses penyelesaian untuk bisa tembus.

“Terowongan 10 memiliki panjang 1.230 meter dan berlokasi di Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Tunnel ini berhasil ditembus pada 6 Agustus 2021," katanya.

Sementara terowongan 8 memiliki panjang 2190 meter dan berlokasi di Mandalasari, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. "Tunnel ini telah tembus pada 8 Agustus 2021,” pungkasnya. (Red)

Editor: Yoyo W

Tags

Terkini

X