• Selasa, 28 September 2021

Duh, Provinsi Jawa Barat Masih Kekurangan Kelompok Ternak

- Selasa, 14 September 2021 | 10:40 WIB
Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Jabar saat Kunjungan Kerja ke Dinas Pertahanan Pangan dan Peternakan Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Domba dan Kambing Margawati di Desa Margawati Kabupaten Garut. (Foto: Humas DPRD Jabar).
Pimpinan dan Anggota Komisi II DPRD Jabar saat Kunjungan Kerja ke Dinas Pertahanan Pangan dan Peternakan Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Domba dan Kambing Margawati di Desa Margawati Kabupaten Garut. (Foto: Humas DPRD Jabar).

JABARNEWS | GARUT - Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Faizal Farid Hafan menyoroti permasalahan pemberdayaan dan pemanfaatan hasil bibit domba kepada kelompok ternak yang dirasa kurang.

Dia mengatakan, kondisinya baru ada 12 kelompok ternak di sembilan Kabupaten/Kota, sedangkan Jabar ini mempunyai 27 Kabupaten/Kota.

“Kita melihat ada permasalahan dalam hal pemberdayaan ataupun pemanfaatan hasil bibit domba ke masyarakat dirasa kurang di tahun 2021 ini hanya 12 kelompok ternak di 9 Kabupaten Kota, padahal kita punya 27 Kabupaten Kota se Jawa Barat, kita minta untuk ditingkatkan pada konteks jumlah yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” kata Faizal di Kabupaten Garut, Senin, (13/9/2021).

Pihaknya berharap, kedepannya 27 Kabupaten Kota di jabar dapat terdistribusi bantuan bibit hewan kepada para kelompok ternak yang akan mendorong masukan PAD dari Balai untuk penambahan anggaran

“Harapan kita supaya minimal 27 kabupaten kota ini terisiyang ketiga masalh anggaran balai ini minta penambahan terutama untuk pakan konsentrat agar kebutuhan gizi bagi hewan ternak dapat terpenuhi, diminta sekitar 190 juta dan mereka menginginkan ada anggaran khusus untuk pakan hewan, dan dibutuhkan anggaran 6 Miliar untuk memenuhi semua kebutuhan hewan ternak,” tuturnya.

Sebelumnya, Faizal meninjau Balai Pembibitan Ternak Domba dan Kambing di Desa Margawati, Kabupaten Garut. Dia mengapresiasi kinerja Balai tersebut yang tetap menunjukkan hasil konsisten dalam hal pembibitan serta pengembangan untuk menjaga domba asli Garut.

“Pertama kita mengapresiasi bahwa mereka memiliki kinerja yang bagus artinya tetap konsisten untuk kaitan dengan masalah pembibitan dan juga menjaga domba asli garut dan mengembang biakan dan penyaluran kepada masyarakat,” tuturnya.

Faizal menyebut, meskipun di masa pandemi yang notabennya pendapatan yang menurun, Balai ini tetap memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai dengan target bahkan diatas 400 juta dan itu stabil dalam tiga tahun terakhir.

“Bahwa ketahanan pangan memang terbukti kegiatan usaha atau kegiatan dinas yang tetap konsisten meskipun di masa pandemi yang dimana pendapatan orang-orang menurun, tetapi untuk UPTD disini konsisten dengan memberikan kontribusi PAD di atas 400 juta, jadi selama 3 tahun terakhir tidak ada masalah," tandasnya. (Red)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X