• Kamis, 2 Desember 2021

Kasus Covid-19 Warnai PTM Terbatas di Dua Sekolah di Kota Tasikmalaya

- Kamis, 23 September 2021 | 21:00 WIB
Ilustrasi- Pembelajaran tatap muka (PTM). (Foto: Dok. Jabarnews)
Ilustrasi- Pembelajaran tatap muka (PTM). (Foto: Dok. Jabarnews)

JABARNEWS | TASIKMALAYA – Kasus Covid-19 mewarnai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Kota Tasikmalaya  Jawa Barat.

Dua sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Tasikmalaya pun dilakukan penutupan sementara, menyusul munculnya kasus Covid-19 pada guru usai menjalani tes swab antigen.

Pemeriksaan tes swab antigen ini dilakukan ketika kedua guru di masing-masing sekolah akan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Tes antigen kemudian dilakukan pula terhadap puluhan guru dan murid guna memastikan kasus Covid-19 tak semakin meluas, karena kedua guru itu memiliki kontak erat.

Salah satu sekolah yang ditutup, yakni SDN Kudanguyah Kota Tasikmalaya. Di sekolah ini seorang guru perempuan yang mengajar di kelas II dinyatakan positif Covid-19.

Setelah diketahui, sebanyak 27 guru dan 3 penjaga dan satpam juga harus dites swab antigen oleh Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya

Selain itu, sebanyak 29 murid kelas II yang mempunyai riwayat kontak erat dengan guru yang positif Covid-19 juga dilakukan tes.

SDN Kudanguyah Kota Tasikmalaya sudah ditutup, dan saat ini 512 siswa di sekolah itu harus kembali menjalani pembelajaran secara daring. 

"Guru yang bersangkutan sedang sakit flu berat ketika tes antigen. Setelah itu semua guru dan murid kelas II yang kontak erat harus menjalani tes swab," kata guru SDN Kudanguyah Kota Tasikmalaya, Lilis, Kamis (23/9/2021), dikutip dari iNews.

Sekolah lainnya di Kota Tasikmalaya yang ditemukan kasus Covid-19 ialah SDN Gunung Lipung. Sekolah tersebut sempat ditutup selama empat hari hingga Senin (20/9/2021). 

Penutupan sekolah dilakukan usai salah seorang guru dinyatakan positif Covid-19. Namun, sejak Selasa (21/9/2021), SDN Gunung Lipung sudah kembali melaksanakan PTM terbatas.

PTM ini digelar, setelah 8 orang dan 36 orang murid kontak erat dinyatakan negatif begitu dites swab antigen oleh Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dan puskesmas setempat.

Menurut Kepala SDN Gunung Lipung Euis Dahniati, guru yang positif mengajar di kelas V dan semua guru serta murid kelas tersebut sempat kontak erat. Namun, begitu dites hasilnya negatif. 

"Saat ini pembelajaran tatap muka sudah kembali dilakukan. Adapun guru yang positif kini harus tertunda seleksi tes PPPK-nya," ujar Euis.

Pelaksanaan PTM terbatas di SDN Gunung Lipung pun dilakukan secara bergantian, dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran kasus Covid-19 di lingkungan sekolah. (Red)

Editor: Yoyo W

Tags

Terkini

X