• Kamis, 2 Desember 2021

IDAI Sebut Jawa Barat Tertinggi Kasus COVID-19 pada Anak, Waspadai Komorbid Malnutrisi!

- Minggu, 26 September 2021 | 20:03 WIB
ilustrasi Covid-19 (pixabay)
ilustrasi Covid-19 (pixabay)

Kemudian diikuti oleh Riau (3.580), Jawa Tengah (3.108), Sumatera Barat(2.600), Kalimantan Timur (2.033), Jawa Timur (1.884), Bali (1.524), Sumatera Utara (1.448), DI Yogyakarta (1.275), dan Papua (1.220).

Selain itu, IDAI menyebutkan ada tujuh daerah dengan kasus kematian anak terkonfirmasi COVID-19 terbanyak, yaitu Jawa Tengah, DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Tawarkan Investasi, Komplotan Penipu Berkedok Wisatawan Asing Beraksi di Bogor

Berdasarkan data tersebut, di antara anak-anak terkonfirmasi COVID-19 yang ditangani oleh dokter anak, angka kematian tertinggi pada anak usia 10-18 tahun (26 persen).

Diikuti anak usia 1-5 tahun (23 persen), 29 hari- kurang dari 12 bulan (23 persen), 0-28 hari (15 persen), dan 6 tahun sampai kurang dari 10 tahun (13 persen).

Ketua Bidang Ilmiah Pengurus Pusat IDAI Antonius H Pudjiadi mengatakan, tidak meratanya deteksi kasus COVID-19 tersebut terjadi karena fasilitas tes PCR yang berbeda.

Baca Juga: Waduh! Kawanan Monyet Liar Rusak Rumah Warga di Tebing Tinggi Sumatra Utara

Selain itu, fasilitas kesehatan juga berbeda. Sementara kapasitas pengujian dengan PCR saat itu di Indonesia masih rendah, dan anak bukan populasi prioritas untuk tes.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI Hikari Ambara Sjakti menuturkan, laporan tersebut menunjukkan angka kematian kasus atau case fatality rate (CFR) COVID-19 pada anak di Indonesia. 

Yakni 522 kematian dari 35.506 kasus suspek (CFR 1,4 persen), dan 177 kematian dari 37.706 kasus terkonfirmasi (CFR 0,46 persen).

Halaman:

Editor: Yoyo W

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X