• Kamis, 2 Desember 2021

Hari Pariwisata, Ribuan Pelaku Wisata di Jawa Barat Dihibur Saat Ikut Vaksinasi Covid-19

- Senin, 27 September 2021 | 19:27 WIB
Pertunjukan hiburan di sela kegiatan vaksinasi Covid-19 di Hari Pariwisata Dunia, di Pusdikkav, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (27/9/2021). (Disparbud Jabar)
Pertunjukan hiburan di sela kegiatan vaksinasi Covid-19 di Hari Pariwisata Dunia, di Pusdikkav, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (27/9/2021). (Disparbud Jabar)

"Antusiasmenya sangat luar biasa. Hari pertama 1.500 orang, hari ke dua 1.500 orang, kemarin 2.018, sekarang 1.500 orang. Targetnya pasti tercapai," kata Dedi Taufik

" Ini kita rangkaikan dalam sebuah acara, yang intinya kita ingin mengangkat dan mengajak seluruh kalangan untuk berperan serta termasuk para pelaku industri pariwisata di Jawa Barat yang mencapai 96.545 orang," katanya. 

Baca Juga: Bantuan untuk Korban Kebakaran di Cianjur Terus Berdatangan, Kali Ini dari TNI-Polri

"Sejauh ini yang sudah divaksin mencapai 28.000-an. Kemudian selain pelaku industri pariwisata juga para seniman budayawan dan masyarakat umum untuk melakukan vaksinasi," jelasnya.

Dedi Taufik menambahkan, vaksinasi yang bertujuan untuk membentuk kekebalan komunal (herd immunity) sangat penting. 

Apalagi Jawa Barat kini sudah lepas dari Zona Merah menjadi Zona Oranye menuju Zona Kuning. Kemudian wilayah kab/kota yang kini berstatus level tiga terdapat 17 kabupaten kota dan 10 kabupaten di level dua. 

Baca Juga: Kawanan Monyet Liar di Tebing Tinggi Masuk Pemukiman, Warga: Sudah Puluhan Tahun

"Mudah-mudahan ke depan, pariwisata segera bangkit. Herd immunity itu penting, sehingga kita menyiapkan pranata di lapangan salah satunya early warning melalui rapid antigen di tempat wisata untuk awal kita melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment)," ucap Dedi Taufik

Selain itu, Dedi Taufik mengatakan, pihaknya melakukan pendekatan dengan aplikasi peduli lindungi. Di beberapa daerah Jawa Barat level tiga dan dua, sudah dilakukan uji coba penerapan aplikasi peduli lindungi. 

"Ini merupakan langkah bagus kesiapan kita di dunia pariwisata, selain aplikasi kita kedepankan juga persyaratannya adalah vaksin (sertifikat vaksin), juga melalui aplikasi peduli lindungi dan early warning-nya rapid antigen. Itu langkah untuk reborn tourism di Jawa Barat ini. Don't panic, do vaccine, go picnic," pungkasnya. (Yoy)

Halaman:

Editor: Yoyo W

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X