• Sabtu, 23 Oktober 2021

Waduh, Atalia Praratya Bilang Sebanyak 6.614 Anak di Jabar Jadi Yatim Karena Covid-19

- Selasa, 28 September 2021 | 08:43 WIB
Ketua TP-PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya saat menghadiri JAPRI edisi Inspirasi Anak Yatim di Gedung Sate, Kota Bandung. (Biro Adpim Jabar)
Ketua TP-PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya saat menghadiri JAPRI edisi Inspirasi Anak Yatim di Gedung Sate, Kota Bandung. (Biro Adpim Jabar)

JABARNEWS | BANDUNG - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jabar Atalia Praratya menyebut, ada 6.614 anak di Jabar yang kehilangan orang tua karena Covid-19.

Dari jumlah tersebut, lanjut Atalia Praratya, 2.500 anak di antaranya akan mendapatkan bantuan melalui program Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Dampak Covid-19.

"Namun baru sekitar 2.500 yang baru bisa kita bantu secara langsung dari kumpulan orang baik yang ada di wilayah Dinsos, Forum Zakat dan DP3AKB," kata Atalia Praratya dalam JAPRI (Jabar Punya Informasi) bertema Inspirasi Anak Yatim di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/9/2021).

Baca Juga: Kata Yana Mulyana Kota Bandung Butuh Mitigasi Bencana, Ini Alasannya

Pemda Provinsi Jabar rencananya akan memulai kick off program tersebut pada Selasa (28/9/2021). Ada tiga tahap dalam program tersebut, yakni jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Atalia Praratya menjelaskan, salah satu kegiatan dalam program tersebut yaitu mengumpulkan wali asuh bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu, terdampak Covid-19.

Ia mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah membantu pemenuhan kebutuhan anak-anak tersebut.

Baca Juga: Wagub Uu Ruzhanul Ulum Minta Atlet Balap Motor Jabar Siapkan Mental

"Masih banyak anak yatim yang masih perlu dibantu karenanya melalui program wali asuh yang akan kick off besok, masyarakat Jabar bisa terlibat agar nanti anak tidak ada yang tidak mendapatkan hak tumbuh kembangnya secara maksimal," tuturnya.

Menurut Atalia Praratya, anak yang kehilangan orang tua karena Covid-19 memiliki beberapa masalah psikologis seperti depresi dan emosi yang tidak stabil.

Halaman:

Editor: Rian Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X