• Senin, 29 November 2021

Karena Hal Ini, Kesbangpol Jabar Dorong Budayawan dan Seniman Optimalkan Perkembangan Teknologi

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 07:30 WIB
Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, Kesbangpol Jabar Ruliadi.  (Rian/JabarNews)
Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, Kesbangpol Jabar Ruliadi. (Rian/JabarNews)

JABARNEWS | BANDUNG - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Barat mendorong budayawan dan seniman untuk mengoptimalkan perkembangan teknologi.

Kepala Bidang Ketahanan Ekonomi, Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, Kesbangpol Jabar Ruliadi mengatakan, perkembangan teknologi menjadi solusi jitu dalam menghadapi tantangan yang di timbulkan oleh Pandemi Covid 19.

Menurutnya, budaya menjadi salah satu pondasi dasar yang membentuk ideologi bangsa yaitu Pancasila. Akan tetapi di tengah keterbukaan informasi, lanjut Ruliadi, kebudayaan asli Indonesia bahkan Jabar seolah mati suri tergerus derasnya arus kebudayaan asing yang masuk melalui teknologi.

Baca Juga: Ribuan Keping KTP Elektronik Berchip Dibakar, Ini Penjelasan Disdukcapil Kota Cimahi

Baca Juga: Pesta Miras Oplosan Berujung Maut di Tasikmalaya Ternyata Pakai Bahan dari Laboratorium

Maka dari itu, Ruliadi mendorong, budayawan dan seniman mampu mengembangkan potensi perkembangan tekhnologi, tidak hanya untuk bertahan hidup di tengah pandemi, namun untuk mengedukasi masyarakat khususnya Generasi Z dan Generasi mendatang.

Baca Juga: Santri Bakar Sampah, Dapur Pesantren di Kota Sukabumi Hangus Dilalap Api Kebakaran

Baca Juga: Begini Kata Polisi yang 'Smackdown' Mahasiswa dalam Kericuhan Unjuk Rasa di Tangerang

"Kami melihat ini adalah situasi yang tidak bisa terelakan, di tengah situasi pandemi memaksa kita untuk tidak banyak bergerak, tentunya kami melihat khususnya bagi seniman dan budayawan, cara-cara konvensional itu harus mulai dikembangkan dan dipadupadankan dengan perkembangan saat ini," kata Ruliadi saat ditemui di kantornya, Kota Bandung, Rabu 13 Oktober 2021.

"Hal itu di lakukan bukan hanya untuk bertahan, namun untuk terus berkembang dan mengedukasi masyarakat khususnya generasi Milenial, mengingat budaya yang ada di Indonesia itu merupakan salah satu pondasi dasar yang membentuk ideologi bangsa kita yaitu Pancasila," tambahnya.

Ruliadi menjelaskan bahwa Pancasila itu terbentuk dari nilai-nilai kebudayaan lokal, bagaimana nilai keberagaman, gotong royong, persatuan dan kesatuan disepakati menjadi ideologi bangsa.

"Sekarang kita tidak mengenalkan kebudayaan yang menjadi akar ideologi bangsa kita kepada generasi muda? Apa jadinya ideologi bangsa kita kesepakatan bangsa kita kepada Pancasila, sehingga sangat penting bagi kita semua untuk bersama sama beradaptasi dengan perubahan tersebut," jelasnya.

Baca Juga: Santri Bakar Sampah, Dapur Pesantren di Kota Sukabumi Hangus Dilalap Api Kebakaran

Baca Juga: Debt Collector Beraksi di Purwakarta, Begini Modus dan Ketentuan dalam Penarikan Motor

Lebih lanjut, Ruliadi mengungkapkan, dalam pemanfaatan tekhnologi, kolaborasi menjadi kunci utama dalam membuat karya seni yang apik. Sehingga, sambung dia, mampu dinikmati tidak hanya oleh sebuah golongan melainkan seluruh generasi di tanah air.

Baca Juga: Lihat Kemolekan Anak Tiri yang Masih SMP, Pria Sukabumi Berkali-kali Lakukan Pencabulan

Baca Juga: Resep Makanan Kue Bahulu Khas Brunei Darussalam, Mudah Dibuta Di Rumah

"Kuncinya kolaborasi, dimana kolaborasi dari pemerintah dan budayawan serta seniman, kolaborasi dari generasi tua dan generasi milenial, menjadi poin utama dalam membentuk maha karya yang apik, mendidik, menghibur dan mampu di terima oleh khalayak banyak," ungkapnya.

"Jangan sampai anak cucu kita nanti tidak memiliki lagi jiwa kebangsaan akibat kita tidak peduli terhadap kebudayaan kita, kalau bukan kita yang bergerak bersama menjaga itu mau siapa lagi? Mau menjadi seperti apa nantinya bangsa kita di pundak generasi muda yang tidak tahu asal usul mereka," tandasnya. (Red)

Halaman:

Editor: Rian Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X