• Minggu, 24 Oktober 2021

DPRD Ungkap Penyebab Belum Optimalnya Potensi Kelautan dan Perikanan Jabar

- Jumat, 4 Juni 2021 | 09:15 WIB
Kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka kegiatan evaluasi program kegiatan APBD Tahun Anggaran 2021 dan rencana program kegiatan Tahun 2022 di UPTD Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan. (Foto: Humas DPRD Jabar).
Kunjungan kerja Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rangka kegiatan evaluasi program kegiatan APBD Tahun Anggaran 2021 dan rencana program kegiatan Tahun 2022 di UPTD Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan. (Foto: Humas DPRD Jabar).

JABARNEWS | CIANJUR - Minimnya jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu faktor belum maksimalnya pemanfaatan potensi perikanan dan kelautan khususnya di wilayah Jawa Barat Selatan.

"Hanya ada 12 ASN yang menangani 17 Kabupaten/Kota. Padahal sektor perikanan dan kelautan kita memiliki potensi besar, terutama di laut selatan ini belum digali lebih banyak," kata Anggota Komisi II DPRD Jabar Anwar Yasin di UPTD Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan, Kamis (3/6/2021).

Selain itu, dia menyebut, belum terdatanya jumlah kapal nelayan andon dikhawatirkan dapat mempengaruhi hasil tangkapan ikan para nelayan lokal Jabar. Namun disamping itu, hadirnya para nelayan andon tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan oleh para nelayan lokal untuk berbagi ilmu dan pengalaman.

"Sebenarnya kita dapat memanfaatkan orang-orang yang datang dari luar Pangandaran ke tempat ini kita jadikan sebagai mentor. Misalnya ada orang-orang bugis itu bisa dapat ikan-ikan yang besar di sana, perahu kecil saja tangkapan ikannya 70 kiloan," ucapnya.

"Saya khawatir hasil perikanan dan kelautan ini dinikmati orang-orang luar Jawa Barat," tambahnya.

Disamping minimnya SDM pihaknya pun menyoroti, permasalahan ancaman bahaya limbah sampah dan limbah hasil dari kegiatan pengerukan pasir besi di sejumlah wilayah di pantai selatan Jabar.

Menurut Anwar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar harus mengantisipasi dampak dari kegiatan pengerukan pasir besi tersebut yang berpotensi akan merusak wilayah tepi pantai dan menimbulkan dampak-dampak buruk lainnya.

"Limbah ini krusialnya bukan hanya berasal dari hasil pengerukan pasir besi asapun berasal pakan ternak kalau kebanyakan kerambah, dan ada juga limbah dari sampah. Ini harus diwaspadai, karena akan merusak lingkungan dan berbahaya bagi masa depan kita," paparnya.

Oleh karena itu, Anwar meminta, permasalah limbah tersebut harus dapat ditanggapi serius oleh Pemprov Jabar dengan segera melahirkan solusi-solusi terbaik salah satunya dengan menghadirkan para ahli.

Disisi lain dukungan anggaran pun sangat dibutuhkan, untuk memastikan potensi-potensi dari sektor kelautan dan perikanan dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Semestinya mitra komisi dua ini harus dikuatkan untuk mendorong pertumbuhan potensi-potensi mereka, diperbanyak orangnya, kemudian diperhatikan anggaranya, sehingga mereka bisa mengawasi dengan baik," pungkasnya. (Red)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

DPRD Jabar Pelajari Ranperda Dana Cadangan Daerah

Senin, 11 Oktober 2021 | 12:11 WIB
X