• Selasa, 28 September 2021

Ridwan Kamil Jadikan Puskesmas Tinewati Percontohan Tempat Isolasi Covid-19

- Rabu, 20 Januari 2021 | 16:37 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau Puskesmas Tinewati Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya yang  dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 bergejala ringan, Rabu (20/1/2021). (Foto: Humas Pemprov Jabar).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau Puskesmas Tinewati Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya yang dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 bergejala ringan, Rabu (20/1/2021). (Foto: Humas Pemprov Jabar).

JABARNEWS | TASIKMALAYA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau fasilitas perawatan di Puskesmas Tenawati, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya yang dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19 bergejala ringan, Rabu (20/1/2021).

Puskesmas Tinewati pernah merawat pasien positif Covid-19, dalam peninjauan Gubernur kebetulan sedang tidak ada pasien positif yang dirawat. Dari pantauan selama setengah jam, Gubernur memastikan Puskesmas Tenawati yang memiliki fasilitas lengkap dan terawat ini akan dijadikan percontohan puskesmas lain.

"Kami monitor sangat baik dalam kesederhanaannya, bersih dan berhasil menjadi percontohan," kata Kang Emil, sapaan akrabnya.

Dia pun mengapresiasi sebab tak hanya Puskesmas Tinewati saja melainkan ada delapan puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki fasilitas serupa dan pernah merawat pasien.

"Saya apresiasi karena di sini ada delapan puskesmas yang seperti itu. Kita akan upayakan agar fasilitas puskesmas seperti paripurnanya Tenawati bisa dijadikan standar di seluruh kota, kabupaten di Jabar," ucapnya.

Kang Emil mengungkapkan bahwa Pemda Provinsi Jabar siap menambah fasilitas di ruang isolasi seperti tempat tidur dan penunjang lainnya bagi puskesmas yang kekurangan peralatan.

"Tolong (kabupaten/kota) siapkan kasur dan lainnya, kalau kurang akan kami bantu," ungkapnya.

Kang Emil optimistis apabila makin banyak puskesmas dijadikan tempat isolasi pasien bergejala ringan maka beban di rumah sakit akan turun. Namun, lanjut dia, jika masih banyak orang bergejala ringan dirawat di rumah sakit, maka tingkat keterisian rumah sakit akan tetap tinggi.

"Pasien yang bergejala sedang-berat banyak yang tidak mendapat tempat, termasuk kejadian di Depok yang tidak mendapat ruangan karena penuh dan akhirnya meninggal dunia. Ini harus dijadikan pelajaran, tidak boleh terjadi lagi di daerah manapun," tegasnya.

Sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo, ujar Kang Emil, mulai tahun 2021 ruang isolasi pasien Covid-19 harus sudah berbasis kecamatan. Hal ini untuk mengantisipasi tingginya angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian ruang perawatan di rumah sakit akibat bertambahnya kasus Covid-19.

Kang Emil menjelaskan, sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah, pihaknya harus memastikan Puskesmas di setiap kecamatan siap untuk menampung pasien Covid-19 bergejala ringan. Dia berharap, warga yang terkonfirmasi Covid-19 namun bergejala ringan untuk tidak memaksakan dirawat di rumah sakit, tetapi memanfaatkan fasilitas di puskesmas.

"Untuk gejala ringan kita geser di tiap kecamatan harus ada ruang isolasi karena tahun 2021 arahan dari Presiden ruang isolasi harus sudah berbasis kecamatan, jadi per kecamatan harus ada satu," tutupnya.

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Ridwan Kamil Pastikan PTM di Jabar Sesuai Instruksi Pusat

Minggu, 26 September 2021 | 12:20 WIB

Ridwan Kamil Bantu Percepatan Sertifikasi Wartawan

Selasa, 14 September 2021 | 19:57 WIB
X