• Selasa, 26 Oktober 2021

Menteri Desa Abdul Halim: Desa Sukses, Jika Mampu Bantu Warga Miskin dan Lapar

- Kamis, 29 Oktober 2020 | 23:16 WIB
 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat meresmikan Desa Digital di Desa Kendalbulur, Boyolangu, Tulungagung Jawa Timur, Kamis (29/10/2020)
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat meresmikan Desa Digital di Desa Kendalbulur, Boyolangu, Tulungagung Jawa Timur, Kamis (29/10/2020)



JABARNEWS | TULUNGAGUNG
- Prinsip pembangunan desa adalah mengentaskan kemiskinan dan kelaparan. Pemerintahan desa dapat disebut sukses jika mampu hadir membantu warga yang miskin dan lapar, serta memberikan berbagai program inovasi lainnya.

Hal ini diutarakan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar saat meresmikan Desa Digital di Desa Kendalbulur, Boyolangu, Tulungagung, Jawa Timur Kamis (29/10/2020).

"Bagaimana kita mau bicara kesehatan dan pendidikan sementara kelaparan masih mendominasi," ungkapnya dalam sambutan di acara tersebut.

Kendalbulur merupakan salah satu desa yang sedang gencar mengembangkan destinasi wisata yaitu Nangkula Park, sebuah taman yang memiliki banyak obyek yang menarik dan eksotis.


Didalamnya juga terdapat lapangan bola dan dipinggirnya dipenuhi bungan layaknya taman tulip di Belanda. Nangkula Park yang dikelola oleh BUMDes Larasati milik Desa Kendalbulur itu juga memfasilitasi seniman khususnya seniman lokal untuk berkreasi.


Nangkula Park dirintis pada awal 2020 dengan modal kurang lebih Rp 1 miliar dengan rincian Rp 407 juta berasal dari BUMDes dan 757 juta dibantu Pemprov Jawa Timur. Saat ini selama 5 bulan Nangkula Park sudah menghasilkan 1,5 Miliar.


Hasil pendapatan Nangkula Park ditetapkan melalui RPJM Desa dialokasikan untuk subsidi tani, kesehatan dan pendidikan.

Menurut Gus Menteri, Kendalbulur adalah salah satu desa yang patut dicontoh, karena kreatif menggunakan dana desa yang diberikan oleh negara sehingga bermanfaat kepada warganya secara luas.


"Saya sepakat sekali ketika Pak Kepala Desa ini berusaha semaksimal mungkin agar duit itu masuk tapi prinsip ekonomi untuk membangun sebanyak-banyaknya. Di desa ini tidak ada duit yang keluar itu artinya rakyatnya kan cepet sejahtera karena duitnya dirasakan oleh masyarakat," pungkasnya. (rilis)

Editor: Robby

Tags

Terkini

X