• Kamis, 28 Oktober 2021

Wow, Jabar Punya Pabrik Baterai Listrik Terbesar di Asia Tenggara

- Kamis, 16 September 2021 | 07:00 WIB
Presiden Joko Widodo saat peletakan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).
Presiden Joko Widodo saat peletakan batu pertama pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, Rabu (15/9/2021). (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden).

JABARNEWS | KARAWANG - Pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia di Proyek Karawang New Industrial City, Kabupaten Karawang, menjadi pabrik terbesar di Asia Tenggara.

Menurut Presiden Joko Widodo HKML Battery merupakan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia dan Asia Tenggara. Nilai investasinya mencapai USD1,1 miliar atau setara Rp15 triliun (mengacu kurs Rp14.240 per USD).

"Kita patut bersyukur hari ini bisa menyaksikan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia. Bahkan pertama di Asia Tenggara dengan nilai investasi USD1,1 miliar," kata Jokowi saat meninjau Pabrik baterai listrik HKML Battery Indonesia, Rabu (15/9/2021).

Dia menyampaikan, pembangunan pabrik ini merupakan bukti keseriusan pemerintah untuk hilirisasi industri mengingat era kejayaan komoditas barang mentah seperti nikel sudah tidak sementereng dahulu.

"Dan kita harus berani mengubah struktur ekonomi yg selama ini berbasis komoditas untuk masuk ke hilirisasi. Masuk ke industrialisasi menjadi negara industri yang kuat dengan berbasis pada pengembangan inovasi teknologi," kata Jokowi.

HKML Battery mengubah nikel mentah menjadi barang jadi dengan nilai tambah berlipat. Perlu dicatat Indonesia merupakan salah satu negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia.

"Hilirisasi industri nikel akan meningkatkan nilai tambah biji nikel secara signifikan. Jika diolah menjadi cell baterai nilainya bisa meningkat enam sampai tujuh kali lipat. Jika jadi mobil listrik akan meningkat lebih besar lagi nilai tambahnya yaitu 11 kali lipat," kata Jokowi.

Presiden menyebut dengan hilirisasi industri lewat pengembangan industri baterai bisa meningkatkan investasi karena akan ada banyak industri turunan, seperti perusahaan motor listrik hingga mobil listrik.

"Selain itu pengembangan industri baterai akan meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai negara tujuan investasi dari industri turunan yang menggunakan baterai seperti investasi motor listrik, bus listrik dan industri mobil listrik," kata Jokowi.

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, HKML Battery merupakan realisasi instruksi Presiden Joko Widodo agar Indonesia bisa memproduksi mobil listrik sendiri. Dirinya optimistis Indonesia mampu memproduksi mobil listrik secara mandiri.

"2022 bulan Mei paling lambat insyaallah sudah produksi. Jadi mobilnya sudah paten, ini istilah Pak Menko (Luhut) itu patenkan barang itu. Tapi insyaallah kita produksi," tandasnya. (Red)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X