Kantor Staf Presiden: Mustahil Mengembalikan Dwifungsi ABRI Kembali

Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) Moeldoko dan Jaleswari, Deputi V KSP, dalam dialog bersama awak media, (08/03/2019). (Foto:KSP/Red)

JABARNEWS | JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo menjamin tidak akan mengembalikan dwifungsi ABRI. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Staf Presiden, Jenderal (Purn) Dr. Moeldoko, dalam dialog awak media di Kantor staf Presiden, jumat (08/032019).

“Setelah reformasi, TNI sudah mengubah diri menjadi institusi yang profesional,” kata Moeldoko.

Baca Juga:

Dekatkan Diri ke Masyarakat Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad gelar Anjangsana

Kapolres Purwakarta gelar Sosialisasi P4GN di Markas Resimen Armed 2/1 Kostrad



Ia menjelaskan, saat bertekad menjadi institusi yang professional, prajurit TNI tidak lagi bermain-main di wilayah politik dan bisnis. Meski pemenuhan sikap itu belum dibarengi dengan pemenuhan akan hak-hak professional kepada prajurit. Seperti kemampuan peralatan dan kesejahteraan prajurit.

Pada kesempatan tanya jawab, jurnalis mempertanyakan rencana prajurit TNI yang bakal menduduki jabatan sipil. Hal inilah yang dicurigai sebagai kembalinya dwifungsi.

Namun Moeldoko menegaskan saat ini ada 10 institusi yang bisa dijabat TNI aktif. Pengisian ini, menurutnya sesuai dengan Undang-Undang TNI.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Dwifungsi ABRI TNI Kantor Staf Presiden Moeldoko Jaleswari Pramowardhani Prajurit TNI

berita terkait

35 Pati TNI Dan 8 Pati Polri Naik Pangkat, Ini Daftar Lengkapnya

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi