bjb

Menengok Sejarah Pramuka dari Bapak Pandu Dunia, Lord Baden Powell

Bapak Pandu Dunia, Lord Baden Powell. (Foto: GettyImages)

JABARNEWS | BANDUNG - Hari Pramuka rutin dirayakan para pandu seluruh Indonesia pada 14 Agustus. Saat bersekolah SD sampai SMA, pasti ada yang menjadi anggota Pramuka. Paling tidak pernah mengenakan seragam Pramuka. 

Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana. Tahun ini, seluruh Pandu di Tanah Air merayakan Hari Pramuka Nasional yang ke-58. Selain mempelajari pramuka, tentu saja hampir semua orang pernah ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatannya.

Namun, pernahkah terbesit dibenak kalian sejarah awal mula hadirnya Pramuka ini. Sebelum hadir di Indonesia, gerakan pramuka sudah terlebih dahulu lahir di dunia dengan istilah Scouting atau kepanduan.

Lahir di Inggris, scouting pertama kali diperkenalkan Bapak Pandu Dunia, Lord Baden Powell. Di Inggris, Scouting lebih dikenal sebagai salah satu kegiatan pembinaan bagi para remaja.

Dengan seiring berjalannya waktu, Scouting telah menyebar hampir ke seluruh negara di dunia termasuk Indonesia. Untuk ikut berpartisipasi atas perayaan Hari Pramuka ini, tidak ada salahnya jika kalian lebih mengenal kembali Bapak Pandu Dunia tersebut.

162 tahun yang lalu, tepatnya pada 22 Februari 1857 di Paddington, London, Inggris adalah hari kelahiran Chief Scout of the World atau Bapak Pandu Dunia. Sebagaimana yang dilakukan para Pandu memperingati kelahiran B-P, hal yang sama juga dilakukan oleh anggota kepanduan di Indonesia. Gerakan Pramuka organisasi kepanduan Indonesia yang memiliki anggota lebih dari 20 juta jiwa, turut memperingatinya dengan meneladani sosok inspiratif seorang B-P.

Lord Baden-Powell merupakan tokoh yang menginspirasi dunia. Sebelum mendirikan organisasi kepanduan B-P adalah seorang anggota kesatuan militer Kerajaan Inggris dengan pangkat terakhirnya Letnan Jendral. Terlepas dari sosok tentara Kerajaan Inggris B-P merupakan orang yang berbudi baik, hal itu diwujud nyatakan ketika ia menggagas suatu organisasi bagi para pemuda, yang kini dikenal sebagai organisasi kepanduan.

Organisasi kepanduan lahir dari keprihatinan B-P terhadap para pemuda di zaman itu. Sekembalinya B-P dari Mafeking, ia berkeliling di sekitar London dan melihat banyak anak remaja yang terlibat dalam kenakalan remaja. Bahkan beberapa di antaranya sudah mengarah kepada tindak kriminalitas yang mencemaskan masyarakat sekitar. Maka hal itulah yang menjadi awal dari B-P untuk menggagas suatu kegiatan bermanfaat bagi para pemuda. Kegiatan bermanfaat gagasan B-P berlangsung sampai kini dan diterapkan oleh seluruh organisasi kepanduan dunia.

Awalnya B-P menulis kembali buku Aids to scouting agar lebih sesuai untuk kaum muda saat itu, kemudian pada tahun 1907 di lepas pantai Dorset Pulau Brownsea B-P mengadakan perkemahan uji coba untuk mempraktikkan ide-ide dan gagasannya mengenai pendidikan nonformal bagi kaum muda dengan membawa 22 pemuda dalam perkemahan tersebut, beberapa merupakan anak kaya dari sekolah swasta dan beberapa juga anak pekerja yang berkecukupan.

Baca Juga:

Kemah Berkarakter di Markas Batalyon Armed 9 Pasopati Kostrad

Hari Pramuka ke 58, Presiden Terima Lencana Tunas Kencana

Selama delapan hari, 22 pemuda itu dilatih kedisiplinan, ketahanan fisik dan mental, serta kekompakan dalam regu. Kepada mereka juga diajarkan keterampilan mencari jejak, mengirim pesan, mengamati hewan, bagaimana bertahan hidup di alam terbuka, bagaimana bisa mendeteksi keberadaan musuh tanpa ketahuan, mengenal tumbuhan yang bisa dimakan, pertolongan pertama pada kecelakaan dan kegiatan menarik lainnya.

Baden Powell membangkitkan patriotisme para pemuda melalui cerita-cerita pengalamanya sebagai tentara Kerajaan Inggris dan petualangannya di hutan belantara India dan Afrika. Selepas dari perkemhan itu ternyata kegiatan di Pulau Brownsea mendapat sambutan luas dari masyarakat dan Raja Edward VII. Sekaligus metode pendidikan kepanduan yang diterapkan dalam perkemahan pertama kali tersebut menjadi salah satu awal mula berdirinya organisasi kepanduan dunia.

Tahun lepas tahun, organisasi kepanduan dunia semakin berkembang pesat sampai pada 1920 diselenggarakanlah Jamboree dunia pertama dengan peserta sekitar 8.000 anggota Pandu dari 34 negara berkumpul di bawah kubah Olympia Hall London yang tertutup kaca dan berlantaikan bumi sehingga para anggota Pandu dapat mendirikan tenda mereka di sana. Ketika acara itu hampir berakhir, B-P diakui sebagai Chief Scout of the World, sebuah gelar yang dipegangnya sampai wafat.

Sembilan tahun kemudian, di Jambore Dunia ketiga, juga di Kerajaan Inggris, Pangeran Wales mengumumkan bahwa B-P akan diberi gelar kebangsawanan oleh Raja. B-P dianugerahkan gelar Lord Baden-Powell of Gilwell dari Kerajaan Inggris, dan Gilwell Park menjadi lokasi pusat pelatihan internasional yang telah ia dirikan untuk para anggota dewasa.

Di usianya yang sudah tua, kesehatannya semakin menurun dan B-P memutuskan kembali ke Afrika. Dan sampai pada 8 Januari 1941, di usia 84 tahun B-P meninggal dunia. Seorang pahlawan yang telah menginspirasi dunia melalui baktinya dalam membina daun muda untuk menciptakan dunia yang lebih baik lagi. B-P dimakamkan di Nyeri Kenya dengan batu nisan marmer diukir dengan lambang kepanduan dunia dan kata-kata, "Robert Baden-Powell, Chief Scout of the World".

Sebelum kematiannya, Baden-Powell telah menuliskan sebuah pesan bagi para Pandu yang akan dibaca setelah dia meninggal. Sepenggal kalimat akhir dari pesannya, "Try and leave this world a little better than you found it”.

Dikutip dari berbagai sumber. (Red)

Jabar News | Berita Jawa Barat


Tags : Hari Pramuka Bapak Pandu Dunia Baden Powell Pramuka
properti

berita terkait

Hari Pramuka ke 58, Ini Pesan Kapolres Purwakarta

Pendidikan Pramuka Diharapkan Cegah Kenakalan Remaja

Revitaslisasi Taman Pramuka Untuk Kenyamanan Warga

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi