bjb

Eksekusi Lahan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ricuh, Ini Sebabnya

Eksekusi pembebasan lahan di Kmpung Babakan Tegal Laja Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Galamedia)

JABARNEWS | BANDUNG - Aksi pembebasan lahan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung di Kampung Babakan Tegal Laja, RT 01/RW 04, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat menuai protes dari sejumlah warga yang mengaku ahli waris, aksi pun berujung ricuh antara petugas dan perwakilan warga. Kamis (15/8/2019).

Puluhan personel dari Polisi, TNI dan Satpol PP ikut mengamankan jalannya eksekusi yang dilaksanakan juru sita dari Pengadilan Negeri Bale Bandung.

Pemilik rumah yang menolak eksekusi sempat melakukan perlawanan. Petugas yang berupaya masuk ke dalam rumah dihadang penghuni rumah yang berjaga-jaga di pagar.

Sempat terjadi aksi dorong antara pemilik rumah dan petugas. Namun akhirnya petugas bisa masuk ke dalam halaman rumah yang akan dieksekusi tersebut. Seluruh barang milik penghuni rumah dinaikan ke atas truk. Mereka hanya bisa pasrah tanpa bisa menghalangi jalannya eksekusi.

Kelima rumah yang dieksekusi tersebut milik Eem, Herni, H. Atang, Deden dan Lilis. Para pemilik rumah memprotes eksekusi karena selama belum pernah ada musyawarah terkait nilai ganti rugi/untung dengan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang terdiri dari konsorsium 4 BUMN yaitu PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Salah seorang warga Nasyatin (56) mengatakan ada sekitar 40 rumah di Kampung Babakan Tegal Laja yang terkena trase kereta cepat Jakarta-Bandung. Termasuk miliknya yang sudah dieksekusi Januari 2019.
Baca Juga:

Pohon Besar Di Cicalengka Tumbang, Jalan Lumpuh Total

Jamu Persiwa, Persib Masih Upayakan Main Di GBLA


"Awalnya saya bersama pemilik rumah dan tanah di Kampung Babakan Tegal Laja menempuh jalur hukum. Bahkan sempat tiga kali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Bale Bandung. Tapi akhirnya saya tidak melanjutkan proses hukum dan menerima nilai ganti rugi yang diberikan," kata Nasyatin.

Setelah menerima cek pembayaran yng dititipkan di Pengadilan Negeri Bale Bandung, ia membeli tanah seluas 41 tumbak dan dua unit rumah malah di Kampung Babakan Tegal Laja.

"Tadinya luas tanah yang saya miliki hanya 12 tumbak, tapi sekarang menjadi 41 tumbak," ujarnya. (Red)

Jabar News | Berita Jawa Barat


Tags : Kereta Cepat Pembebasan Lahan Pengadilan Negeri Bandung
properti

berita terkait

Bojan Terlambat Gabung Persib Karena Masalah Visa

Bojan Mulai Berlatih Bersama Punggawa Persib

Kadis Damkar Kabupaten Bekasi Akui Terima Rp 1 M Meikarta

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi