aqua

Belasan Tahun Tercemar, PJT II Jatiluhur Uji Kualitas Air Sungai Cilamaya

Hasil dari 33 parameter itu harus melalui uji laboratorium dan baru bisa diketahui 10 hari kerja ke depan

Asisten Manager Laboratarium PJT II Leni Mulyani dibantu petugas lain ambil sampel air untuk anntinya di uji laboratorium. (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | KARAWANG - Selama lebih dari 14 tahun terakhir tercemar limbah industri, kondisi Sungai Cilamaya sangat mengkhawatirkan selain menimbulkan bau tak sedap juga warna air sungai hitam pekat. Kondisi itu dikeluhkan warga, pasalnya mengganggu aktivitas harian warga.

Tim laboratorium dari Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur, mengambil sampel air Sungai Cilamaya untuk diperiksa kondisi air tersebut melalui uji laoratorium, yang melintasi Bendung Batugbug, Desa Situdam, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang.

Baca Juga:

Bank Dunia Suntikkan Dana 93 Miliar Atasi Citarum

Volume Air Waduk Jatiluhur Menyusut



"Pengambilan sampel air sudah dilakukan di beberapa titik pada Jumat (4/10/2019)," kata Asisten Manajer Laboratorium PJT II Jatiluhur, Leni Mulyani, di Purwakarta, Minggu (7/10/2019).

Menurut dia, pihaknya memeriksa kondisi air Sungai Cilamaya melalui uji laboratorium setelah diminta Anggota DPR RI Dedi Mulyadi dan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

"Secara kasat mata, air Sungai Cilamaya itu tidak layak untuk konsumsi, karena warnanya hitam dan baunya menyengat," kata Leni.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : DAS Citarum PJT II Jatiluhur Pencemaran Sungai Sungai Citarum Dedi Mulyadi Cellica Nurrachdiana Bupati karawang Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Pemprov Jabar Bangun Masjid Terapung di Danau Jatiluhur

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi