aqua

Puluhan Ribu Warga dari 22 Desa di Karawang Alami Krisis Air Bersih

BPBD Karawang mencatat kemarau juga mengakibatkan 422 hektare sawah mengalami kekeringan.

Warga menunggu giliran mendapatkan antrian pembagian air bersih. (Foto: Istimewa)

JABARNEWS | KARAWANG - Hingga awal bulan Oktober ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Jawa Barat mencatat 22 desa di kabupaten itu dilanda krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini. Jumlah desa yang kesulitan air bersih saat ini bisa terus bertambah.

"Ada 22 desa yang terdampak kekeringan tersebar di delapan kecamatan," kata Sekretaris BPBD Karawang, Supriatna di Karawang, Selasa (8/10/2019).

Baca Juga:

Satu Desa di Indramayu Terancam Kekeringan Ekstrem

Terdampak Kekeringan, Lahan Pertanian di Garut Mulai Dilanda Kekeringan



Menurutnya puluhan desa tersebut di antaranya tersebar di Kecamatan Pangkalan, Tegalwaru, Ciampel, Telukjambe Barat, Tirtajaya, Kutawaluya, Cilebar dan Kecamatan Pakisjaya. Daerah terdampak kekeringan terparah ialah desa-desa di Kecamatan Pangkaan dan Tegalwaru yang merupakan daerah pegunungan.

Ia mengatakan bahwa untuk memastikan tidak adanya desa yang terdampak kekeringan luput dari droping air bersih. Pihaknya, masih terus melakukan pendataan.

"Selama musim kemarau ini, hampir setiap hari kita mendistribusikan air bersih ke daerah yang dilanda krisis air bersih," katanya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Kekeringan Musim Kemarau BPBD Karawang BMKG Antrian Air Bersih Karawang Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Lahan Pertanian di Daerah Jabar Terdampak Kekeringan

BPBD Karawang Siapkan 3 Langkah Atasi Kekeringan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi