aqua

Pemkab Bandung Tetapkan Status Siaga Banjir dan Longsor

Tiga kecamatan potensial banjir tinggi yaitu, Bojongsoang, Dayeuhkolot dan Baleendaah.

Bencana Banjir di Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu. (Foto: ACT Humanity)

JABARNEWS | BANDUNG - Berdasarkan rekomendasi BNPB dan rapat yang melibatkan semua stakeholder di Kabupaten Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung menetapkan status siaga bencana banjir, angin kencang dan longsor.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Hendra Hidayat mengatakan selain rekomendasi BNPB, penetapan ini juga dilakukan mengikuti BPBD Jabar yang terlebih dahulu menetapkan status siaga darurat bencana alam dari sejak November hingga Mei 2020 mendatang.

Baca Juga:

Proyek Insinerator Di KBB 'Dicuekin' Perusahaan Swasta

Disdik Kab. Bandung: Pengadaan Fingerprint Sudah Sesuai Prosedur



"Kami tetapkan status siaga bencana banjir, angin kencang dan longsor. Ditetapkan mulai 12 Desember 2019 hingga 31 Mei 2019, karena menurut BMKG puncak hujan akan terjadi pada Februari-Maret mendatang," kata Hendra dalam acara Ngawangkong di Taman Uncal Pemkab Bandung, Jumat (13/12/2019).

BPBD sudah menyiapkan pos siaga bencana yang berada di Pusdalops Soreang dan Pos Unit di Baleendah. Dua pos itu akan memantau dan menerima laporan kejadian bencana di Kabupaten Bandung. BPBD juga menggandeng 20 komunitas pegiat lingkungan sebagai relawan bilamana terjadi bencana di suatu kecamatan.

"Segala informasi akan kita tindaklanjuti, kita juga menggandeng 20 komunitas tanggal bencana yang berasal dari masyarakat," ujarnya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : BNPB Pemkab bandung Status Siaga Banjir Darurat Bencana Pusdalops Soreang BPBD Bandung Taman Uncal Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

Lagi-Lagi Banjir

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi