• Minggu, 28 November 2021

Soal Stigma Negatif Penderita Covid-19, Yana: Ini Bukan Aib

- Kamis, 16 April 2020 | 11:30 WIB
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. (Foto: Humas Pemkot Bandung)
Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. (Foto: Humas Pemkot Bandung)

JABARNEWS | BANDUNG - Sebagai penyintas Coronavirus disease 2019 (Covid-19), Wakil Wali href="https://www.jabarnews.com/tag/-Kota-Bandung"> Kota Bandung, Yana Mulyana sangat paham rasanya berjuang melawan penyakit akibat virus yang menyerang organ pernafasan itu. Ia mengalami hari-hari berat harus menjalani pengobatan sendirian di rumah sakit.

Maka itu, dia sangat menyayangkan ketika ada orang-orang yang secara sosial menjauhi orang yang menderita href="https://www.jabarnews.com/tag/-Covid-19"> Covid-19. Bahkan ada pula warga yang menolak jenazah yang meninggal karena href="https://www.jabarnews.com/tag/-Covid-19"> Covid-19.

"Perjuangan ini cukup berat. Justru, mereka yang terkena href="https://www.jabarnews.com/tag/-Covid-19"> Covid-19 harus mendapat banyak dukungan dari orang-orang sekitar," kata Yana di href="https://www.jabarnews.com/tag/-Kota-Bandung"> Kota Bandung, Kamis (16/4/2020).

Yana terbilang cukup beruntung karena banyak mendapat suntikan motivasi, do'a, dan energi positif dari keluarga terdekat dan teman sejawat. Hal tersebut menguatkannya untuk mampu melewati berbagai tahap penyembuhan.

Yana meminta agar warga sekitar dan keluarga penderita untuk bisa membantu meringankan beban pasien positif ini. Tidak hanya dengan memberi dukungan moril tetapi juga bisa membantu memenuhi kebutuhannya agar pasien bisa mengisolasi diri secara optimal.

"Kalau positif tanpa gejala yang berat, mereka harus mengisolasi diri di rumah. Sebaiknya kita dukung kebutuhan mereka sehari-hari selama minimal 14 hari. Dia kan nggak bisa ke pasar atau ke warung karena di luar akan bertemu dengan orang lain dan berpotensi menularkan. Maka tetangganya harus membantu," mintanya.

Yana berharap tidak ada lagi orang-orang yang memandang negatif penderita href="https://www.jabarnews.com/tag/-Covid-19"> Covid-19. Sebagaimana istilah lama, jauhi penyakitnya, bukan orangnya. Penyakit ini bukan aib dan bisa menyerang siapa saja.

"Jangan ada stigma dan seolah-olah yang kena ini menjadi aib. Justru harus kita dorong, kalau nggak ada gejala harus diam di rumah, karena kalau diam di rumah, imun baik, semoga selama masa 14 hari inkubasi virusnya dia akan sembuh," jelasnya.

Yana tak ragu mengumumkan hasil tesnya yang dinyatakan positif href="https://www.jabarnews.com/tag/-Covid-19"> Covid-19. Ia mengunggah video di media sosial agar orang-orang bisa mengantisipasi dan waspada. Menurutnya, hal itu lebih baik ketimbang menyembunyikan diri dan membuat orang lain menjadi lengah.

"Waktu saya posiif, saya juga tetap harus memberi tahu ke masyarakat. Karena saya berinteraksi dengan banyak orang. Itu agar mereka mewaspadai, supaya mereka juga antisipasi. Alhamdulillah ternyata tidak ada yang positif di lingkaran saya," ucapnya.

Yana berpesan kepada seluruh masyarakat agar tidak menyepelekan virus ini. Hidup sehat dengan gizi seimbang, sering mencuci tangan, memakai masker ketika terpaksa keluar rumah, dan menjaga jarak dengan orang lain adalah kunci pertahanan terbaik melawan virus ini.

"Tolong patuhi aturan pemerintah. Jangan sampai penyebaran virus ini terus berlangsung. Kita setop pandemi ini dengan langkah-langkah yang tepat berdasarkan ilmu pengetahuan," tutupnya. (RNU)

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X