• Senin, 27 September 2021

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid -19 Di Kota Bandung Turun 64,13%

- Jumat, 30 Juli 2021 | 20:40 WIB
Penanganan Covid-19 di Kota Bandung semakin menunjukan kondisi yang membaik. Indikator keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19, turun 64,13% sejak Kamis (29/7/2021). (Foto ilustrasi :grid.id)
Penanganan Covid-19 di Kota Bandung semakin menunjukan kondisi yang membaik. Indikator keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19, turun 64,13% sejak Kamis (29/7/2021). (Foto ilustrasi :grid.id)

JABARNEWS | BANDUNG - Penanganan Covid-19 di Kota Bandung semakin menunjukan kondisi yang membaik. Indikator keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) pasien Covid-19, turun 64,13% sejak Kamis (29/7/2021).





Hal ini disampaikan Wali Kota Bandung, Oded M. Danial, sehari setelah dia kembali dari rumah sakit usai menjalani perawatan beberapa hari lalu.




"Penurunan BOR di Kota Bandung ini menjadi tanda yang baik. Semoga ke depan akan terus menurun dan kasus Covid-19 di Kota Bandung dapat terkendali," ujar Oded, di Bandung, Jumat (30/7/2021).




Oded juga menambahkan bahwa ketersediaan oksigen di Kota Bandung pun relatif sudah aman.




"Ketersediaan oksigen di Kota Bandung sudah stabil, hal ini berkat kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," ujarnya.




Wali kota juga berharap, status zona merah Kota Bandung bisa segera turun ke level yang lebih baik.




"Semoga zona merah Kota Bandung bisa segera turun ke level oranye," tambahnya.




Perlu diketahui, keterisian tempat tidur di Kota Bandung saat ini yaitu dari sebanyak 2.000 tempat tidur, untuk pasien konfirmasi dan suspek terisi 1.475 Tempat Tidur.




Jumlah itu berarti 64,13 persen dari jumlah tempat tidur yang ada. Keterisian berkurang 61 tempat tidur dari hari sebelumnya.

Di samping itu, terdapat penambahan RS yang melayani Covid- 19 Yaitu RS Melinda 1.




BOR juga menurun untuk tempat isolasi Kasus konfirmasi tanpa Gejala di 3 Hotel. Pada 29 Juli 2021 tercatat jumlah keterisian sebanyak 62 kamar dari 135 kamar yang tersedia atau sebesar 45,9 persen.




Sedangkan ketersediaan oksigen di 29 rumah sakit rujukan Covid-19 Kota Bandung, per Jumat 30 Juli 2021 pukul 11.30 WIB sudah semakin aman.




Dari kebutuhan oksigen rumah sakit rujukan sebanyak 36.280,8 meter kubik,  tersedia sebanyak 55.573,24 meter kubik. Estimasi habis selama 1,53 hari atau 36,72 jam.




Hal itu karena pada tiga hari terakhir tren kebutuhan oksigen menurun. Di sisi lain, ketersediaan oksigen meningkat, seiiring menurunnya BOR.




Selain itu pasokan liquid ke filling stasion yang ada di Bandung"> kota Bandung sudah normal seperti 1 bulan yang lalu.




Bandung">Pemkot Bandung juga mendapat bantuan dari Pemrov Jabar berupa 165 tabung oksigen beserta isinya dengan berbagai ukuran yaitu 1 meter kubik, 6 meter kubik dan 10 meter kubik dan 4 set oksigen concentrator, yang dibagi ke dalam 6 tahap pendistribusian.




Selain tabung oksigen, Pemprov Jabar juga memberikan kuota sebanyak 606 setara tabung ukuran 6 meter kubik pada pekan ini kepada Bandung">Pemkot Bandung yang disebar ke rumah sakit rujukan Covid-19.




Sehingga rumah sakit dapat mengisi langsung tabungnya di filling stasiun yang ditunjuk sesuai dengan kuotanya, bantuan ini rencananya akan terus berlanjut.




Oded pun menyampaikan apreasiasi kepada aparat kewilayahan yang menerapkan aturan PPKM Darurat dengan baik sehingga BOR dapat menurun.




"Terima kasih untuk aparat kewilayahan, jajaran ASN yang telah menerapkan aturan PPKM Darurat. Jangan lelah, teruslah bersemangat untuk tetap melindungi masyarakat, dengan sosialisasi yang humanis," tuturnya.




Di samping memantau perkembangan kasus Covid 19, Oded juga terus berkoordinasi dengan sejumlah elemen dari Pendopo Wali Kota Bandung




"Sejauh ini, Mang Oded masih bertugas dari Pendopo. Koordinasi berjalan terus baik proses administrasi, rapat virtual maupun menerima tamu melalui telepon," ucapnya.




Sebagai catatan, total konfirmasi Covid-19 di Kota Bandung pada 29 Juli tercatat sebanyak 36.497 orang. Konfirmasi sembuh sebanyak 26.323 orang, konfirmasi meninggal sebanyak 1.236 orang dan konfirmasi aktif sebanyak 8.938 atau 24,49 persen.(Red)




Editor: Robby

Tags

Terkini

Lagi, Bank Bjb Raih 4 Penghargaan 2021

Minggu, 19 September 2021 | 22:47 WIB

Bank Bjb Dukung Vaksinasi Massal ITB

Jumat, 20 Agustus 2021 | 21:52 WIB

Pos Indonesia Raih 3 Penghargaan GRC Award 2021

Kamis, 5 Agustus 2021 | 21:20 WIB
X