Waduk Jatiluhur Pilihan Favorit Libur Lebaran

JABARNEWS | PURWAKARTA – Libur lebaran 2018, objek wisata waduk Jatiluhur, dipadati ribuan wisatawan.

Karena lokasinya tidak jauh dari kota, atailu hanya berjarak 9 km dari Kota Purwakarta, membuat waduk Jatiluhur diminati wisatawan.

Sejak Minggu (17/6/2018) pagi,  ratusan kendaraan sepeda motor dan mobil hingga siang hari sudah mengantri memasuki gerbang karcis. Berdasarkan pantauan dilapangan, para pengunjung banyak yang datang dari desa-desa sekitar Purwakarta dan tetangga Purwakarta, seperti Subang dan Karawang.

General Manager Pariwisata Waduk Jatiluhur, Dadang Hidayat mengatakan, Wahana yang paling favorit di jatiluhur yakni water word dan istora jatiluhur, namun kebanyakan wisatawan duduk- duduk ditepi danau.

“Kunjungan wisatawan hari ini paling tinggi. Diperkirakan akan banyak warga yang berlibur ke Jatiluhur sampai akhir libur lebaran kan sebelum kembali ke aktivitasnya masing-masing,” jelas Dadang, Minggu (17/6/2018).

Perbedaan yang siginifikan terlihat pada lonjakan pengunjung ke waduk terbesar di Indonesia ini. Kenaikan wisatawan dibanding hari-hari biasa atau di luar libur panjang bisa menembus 300 persen, bahkan lebih.

“Menurut data yang didapat, hingga siang tadi jumlah pengunjung yang masuk baik menggunakan motor, mobil, dan juga bus mencapai lebih dari 6300 orang,” ucapanya.

Akibat membludaknya warga yang berwisata, jalan menuju waduk pun sempat terjadi kemacetan ratusan meter. Namun menurut Dadang, hal itu sudah biasa terjadi saat terjadi lonjakan jumlah pengunjung.

“Banyak yang menggunakan mobil pribadi, tapi masih bisa diatasi kemacetannya juga. Rata-rata wisatawan dari Jabodetabek dan sekitarnya Jawa Barat sih. Jatiluhur tempatnya strategis, dekat dari ibu kota, juga Bandung,” tambah dia.

Untuk keamanan, pihak Jatiluhur bekerjasama dengan kepolisian, TNI dan juga warga setempat untuk mengamankan dan memperlancar jalannya agenda berlibur di waduk.

“Tiket masuk yang dibeli itu sudah termasuk asuransi. Kita memperdayakan masyarakat setempat, untuk mengatur parkir minimal ataupun menyediakan warung-warung buat para wisatawan yang membutuhkan jajanan khas,” pungkasnya. (Gin)

Jabarnews | Berita Jawa Barat