Manfaatkan Libur Sekolah, Orang Tua Bisa Lakukan Cara ini Dampingi Anaknya

×

Manfaatkan Libur Sekolah, Orang Tua Bisa Lakukan Cara ini Dampingi Anaknya

Sebarkan artikel ini

JABARNEWS | PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengeluarkan sejumlah langkah demi mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19, salah satunya mengalihkan belajar para siswa SD dan SMP dari sekolah ke rumah. Aktivitas tatap muka sementara waktu dihentikan selama 14 hari ke depan.

Selama 2 pekan ini siswa diminta untuk belajar di rumah dengan didampingi orang tua. Lantas orang tua harus bagaimana selama mendampingi anak belajar di rumah?

Menurut, Guru Honorer di Purwakarta, Sri Rahayu, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh orangtua ketika mendampingi anaknya belajar banyak hal, dari dalam rumah.

Dijelaskannya, hal pertama yang harus dilakukan orang tua yakni tanamkan dalam pikiran adalah tidak menganggap kondisi saat ini menjadi sebuah beban.

“Jangan hanya melihat momen ini sebagai beban. Lihatlah sebagai kesempatan untuk menjalin hubungan bersama anak. Jika ada masalah komunikasi, inilah kesempatan untuk mendekatkan Anda dengan anak,” jelas Sri saat ditemui di tengah rutinitasnya sebagi guru di SDN 1 Cilingga, Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta, Selasa (17/3/2020).

Ditambahkannya, hal yang kedua, para orang tua cobalah bekerja sama dengan anak sebagai tim yang akan saling membantu mencari solusi bersama jika terjadi kesulitan.

Sri menyebut, dalam kondisi ini orangtua sebaiknya menjadi teman anak yang mengajaknya berkomunikasi, bukan mengawasi atau sekadar memerintah.

“Selain itu, mengobrol dan berkomunikasi dengan anak, bukan hanya memerintah dan menjadi pengawas anak-anak. Semakin santai relasi Anda dengan anak, semakin mudah keseharian ini dilewati,” ujar dia

Tips keempat, lanjut dia, ciptakan suasana belajar menyenangkan di rumah. Caranya, dengan membuat kesepakatan soal aturan main dengan sang anak.

“Adanya kesepakatan atau aturan main ini dapat membentuk tanggung jawab di benak anak,” imbuhnya.

Cara ini, Kata Sri, juga menjadi jalan untuk menyamakan persepsi dan mengurangi konflik antara orangtua dan anak.

“Diskusikan dengan anak tentang do and don’t. Buat kesepakatan penggunaan gadget, durasi pemakaian, dan kegiatan yang dilakukan dengan gadget. Tulis target harian dan cetak di selembar kertas yang bisa dilihat bersama,” ungkap Sri.

Tak hanya itu, tamabah dia, orangtua bisa membuat proses belajar berlangsung menggunakan sistem menu.

“Jadi, anak diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan apa yang ingin mereka lakukan pertama dan selanjutnya,” paparnya.

Menurutnya, hal ini penting dilakukan karena situasi belajar di rumah tentu sangat berbeda dengan situasi belajar di sekolah yang cenderung formal.

“Yang penting fokus pada target harian. Anak boleh mengatur urutan kegiatan yang dikerjakan, yang penting target harian terpenuhi,” pungkasnya. (Gin)

Tinggalkan Balasan