Dedi Mulyadi Siap Tanggung Biaya Persalinan Wanita Sungailiat yang Dihamili Kakak Ipar

JABARNEWS | BANDUNG – Anggota DPR RI Dedi Mulyadi kembali memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Kali ini, Dedi Mulyadi membantu seorang wanita warga Sungailiat, Bangka, yang dihamili oleh kakak iparnya berinisial MR (31).

Diketahui, MR telah meninggal dunia dengan cara gantung diri setelah kehamilan adik ipar terbongkar pada Kamis (25/7/2020), lalu.

Dedi mengatakan, wanita tersebut tengah hamil tua dan kini sudah mendekati masa persalinan. Namun, kondisi perekonomian keluarganya tengah sulit.

Baca Juga:  Pilkades Serentak Di Karawang Sebentar Lagi, Anggaran Belum Ada

“Saya sudah bicara langsung dengan anaknya. Serta kakaknya, istri dari yang meninggal bunuh diri itu. Mereka kebingungan menghadapi kelahiran harus diurus dan dibiayai,” kata Dedi Mulyadi dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/3/2021).

Dedi mengungkapkan, himpitan ekonomi membuat pihak keluarga wanita tersebut kebingungan. Pasalnya, selama ini hasil berjualan makanan kecil wanita tersebut, hanya mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga:  Banjir Kota Tebing Tinggi, Puluhan Ribu Jiwa Terdampak

“Mereka kebingungan menghadapi hilangnya pekerjaan berjualan karena biasanya dua-duanya, adik kakak itu, berjualan keliling keripik pisang, kue semprong dan hasilnya habis untuk biaya keseharian,” ungkapnya.

Dedi Mulyadi mengaku, dirinya telah menyiapkan bantuan untuk membiayai persalinan. Serta menambahkan modal jualan kepada wanita tersebut dan kakaknya.

“Saya inisiatif membantu pembiayaan kelahiran, perlengkapan bayi dan sejenisnya. Kedua, saya membantu untuk mendorong modal keluarganya sehingga bisa berjualan kembali kakaknya,” tuturnya.

Baca Juga:  Haru! Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Dempet di RSHS Bandung Berhasil

Kendati demikian, Dedi Mulyadi tidak mau terlalu dalam mencampuri urusan pribadi keluarganya. Serta alasan mengapa kakak iparnya yang telah meninggal bunuh diri tega menghamili wanita tersebut.

Dia mengaku hanya fokus membantu meringankan beban keluarga wanita Sungailiat tersebut. “Persoalan apa yang terjadi dan dialami adalah peristiwa personal bukan peristiwa sosial. Sebuah kesulitan harus ditangani, kalau dibiarkan malah bertingkat beban deritanya,” tutupnya. (Red)