Nasional

Buntut Ledakan SMAN 72 Jakarta, Pemerintah Pertimbangkan Pembatasan Game Online Bernuansa Kekerasan

×

Buntut Ledakan SMAN 72 Jakarta, Pemerintah Pertimbangkan Pembatasan Game Online Bernuansa Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (foto: istimewa)

JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk membatasi peredaran dan akses game online bernuansa kekerasan, seperti Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG), menyusul insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Baca Juga:  Sekitar 33.084 Pekerja Pariwisata di Jabar Hampir Kehilangan Mata Pencaharian

Pertimbangan ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Minggu (9/11/2025).

“Beliau (Presiden Prabowo) tadi menyampaikan bahwa kita juga masih harus berpikir untuk membatasi dan mencari jalan keluar terhadap pengaruh-pengaruh dari game online,” ujar Prasetyo kepada wartawan.

Baca Juga:  Hindari Klaster Covid-19, Pengamat Sarankan Gunakan E-Voting di Pilkada 2020

Menurutnya, sejumlah game online terutama yang bertema perang dan penggunaan senjata api memiliki potensi besar memengaruhi perilaku anak-anak serta pelajar.

Baca Juga:  Mensesneg Minta Polisi Usut Rantis Brimob yang Lindas Pengendara Ojol hingga Tewas

“Karena tidak menutup kemungkinan, game online ini ada beberapa yang di situ mengandung hal-hal kurang baik, yang bisa memengaruhi generasi kita ke depan,” jelasnya.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23