JABARNEWS | CIANJUR – Ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional berskala kecil di Kabupaten Cianjur mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah pedagang mengaku kesulitan memperoleh pasokan telur ayam, daging ayam, hingga sayuran, yang berdampak langsung pada aktivitas jual beli harian di pasar.
Kondisi tersebut dipicu oleh meningkatnya penyerapan barang oleh pembeli berskala besar yang melayani program MBG. Akibatnya, jalur distribusi dinilai tidak lagi berpihak pada pedagang kecil yang selama ini bergantung pada pasokan harian dari distributor lokal.
Kepala Subbagian Pasar Induk Cianjur (PIC), Asep Ridwan, menyebutkan bahwa keluhan pedagang terus bermunculan seiring menipisnya stok di lapak-lapak pasar kecil. Ia mengatakan sebagian besar barang kebutuhan pokok kini lebih dulu diserap oleh distributor besar sebelum sampai ke pedagang tradisional.
“Barang datang, tapi langsung habis dibeli pembeli besar. Pedagang kecil sering hanya kebagian sisa, bahkan ada yang tidak kebagian sama sekali,” kata Asep saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2025).
Menurutnya, mekanisme distribusi yang ada saat ini menciptakan ketimpangan akses. Pedagang kecil tidak memiliki daya tawar yang cukup untuk bersaing dengan pembeli bermodal besar yang mampu mengambil stok dalam jumlah besar sekaligus.





