Daerah

Pertanian dan Wirausaha Belum Optimal, Bupati Bandung Ingin Warga Tak Bergantung pada Pabrik

×

Pertanian dan Wirausaha Belum Optimal, Bupati Bandung Ingin Warga Tak Bergantung pada Pabrik

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung, Dadang Supriatna.
Bupati Bandung, Dadang Supriatna. (foto: istimewa)

JABARNEWS | BANDUNG – Ketergantungan masyarakat Kabupaten Bandung terhadap sektor industri dinilai masih cukup tinggi, sementara potensi sektor pertanian dan kewirausahaan belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bandung di tengah angka pengangguran yang masih berada di atas enam persen.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, menyatakan bahwa paradigma masyarakat yang menganggap bekerja harus selalu di pabrik perlu segera diubah. Menurutnya, sektor produktif berbasis potensi lokal, seperti pertanian dan kewirausahaan, memiliki peluang besar untuk menyerap tenaga kerja sekaligus menciptakan kemandirian ekonomi.

Baca Juga:  Dilaporkan ke KPK, Dadang Supriatna Buka Suara

“Kita perlu mengubah cara pandang bahwa bekerja tidak harus selalu di pabrik. Pertanian dan kewirausahaan memiliki potensi besar, bahkan bisa membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” ujar Dadang dalam keterangan yang diterima di Bandung, Selasa (13/1/2026).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Siapkan Strategi Jitu, Ribuan Lapangan Kerja Baru Menanti Warga Jabar!

Berdasarkan data pemerintah daerah, tingkat pengangguran di Kabupaten Bandung saat ini berada di kisaran 6,2 persen dari total penduduk usia produktif yang mencapai sekitar 1,8 juta jiwa. Angka tersebut setara dengan kurang lebih 232 ribu orang yang belum terserap di pasar kerja.

Baca Juga:  Atalia Praratya Dorong Kader Posyandu Fokus Tingkatkan Kualitas Hidup Anak

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa struktur ketenagakerjaan di Kabupaten Bandung masih didominasi sektor jasa, yang menyerap sekitar 55,61 persen tenaga kerja. Sektor industri manufaktur berada di posisi kedua dengan 37,59 persen, sedangkan sektor pertanian hanya menyerap sekitar 6,8 persen tenaga kerja usia produktif.

Pages ( 1 of 2 ): 1 2