JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menyiapkan perubahan pendekatan dalam perbaikan bangunan sekolah rusak mulai 2026.
Renovasi tak lagi semata membenahi struktur fisik, tetapi juga mengusung konsep infrastruktur ramah disabilitas dengan penyediaan sarana pendukung bagi siswa dan guru berkebutuhan khusus.
Salah satu fasilitas yang akan diterapkan adalah pemasangan jalur pemandu atau guiding block di lorong-lorong sekolah hingga akses menuju ruang kelas.
Fasilitas ini dirancang untuk membantu mobilitas penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, di lingkungan sekolah.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, perbaikan sekolah ke depan harus menjawab kebutuhan seluruh warga sekolah tanpa terkecuali.





