JABARNEWS | BANDUNG – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang berlangsung lama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa bencana gerakan tanah yang terjadi pada Sabtu (24/1) dipicu oleh curah hujan tinggi sebelum dan saat kejadian.
“Faktor pemicu utamanya adalah curah hujan tinggi yang menyebabkan peningkatan tekanan air pori, penurunan kuat geser tanah, hingga terjadinya kegagalan lereng,” ujar Lana dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Minggu (25/1/2026).
Selain faktor hujan, longsor di wilayah Pasirlangu juga dipengaruhi oleh kondisi geologi setempat yang didominasi batuan gunung api tua yang telah mengalami pelapukan, kemiringan lereng yang curam, serta adanya rekahan dan sesar geologi.
Berdasarkan Peta Zona Kerentanan Gerakan Tanah (ZKGT), wilayah terdampak termasuk dalam kategori Zona Kerentanan Gerakan Tanah Menengah.





