JABARNEWS | BANDUNG – Dinas Perhubungan Kota Bandung mulai menyiapkan serangkaian langkah antisipasi menyusul dimulainya pembangunan fisik jalur Bus Rapid Transit (BRT).
Proyek transportasi massal ini akan memprioritaskan pengerjaan jalur khusus atau on corridor yang diperkirakan berdampak langsung pada arus lalu lintas, terutama di kawasan pusat kota.
Kepala Dishub Kota Bandung Rasdian Setiadi mengatakan, dari rencana awal 20 rute BRT, kini tersisa 18 rute yang akan dioperasikan di Bandung dan wilayah sekitarnya.
Dari jumlah itu, sekitar 21 kilometer di antaranya merupakan jalur khusus yang dilengkapi lajur tersendiri, serupa dengan konsep BRT di Jakarta.
“Rute BRT itu ada 18 rute, dari rencana 20 rute. Dari 18 itu ada 21 kilometer yang on corridor atau jalur khusus seperti di Jakarta, jadi ada khusus lajurnya,” kata Rasdian dalam keterangan yang diterima Senin, 2 Februari 2026.





