JABARNEWS | BANDUNG – Sekitar 10 ribu pelajar di Kota Bandung terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental sepanjang 2025. Temuan ini berasal dari hasil survei Dinas Kesehatan Kota Bandung terhadap siswa tingkat Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas, yang menunjukkan masih lemahnya deteksi dini persoalan psikologis di lingkungan sekolah.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan angka tersebut menjadi sinyal serius bagi dunia pendidikan, khususnya terkait kesiapan sekolah dalam mengenali dan merespons masalah kesehatan mental peserta didik.
“10.000 siswa alami masalah kesehatan mental,” kata Farhan dalam keterangan yang diterima, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Farhan, hasil survei tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan, terutama dalam penguatan kapasitas guru bimbingan konseling (BK) agar mampu melakukan deteksi lebih awal terhadap kondisi psikologis siswa.
“Dinas pendidikan akan merespons itu dengan membuat program,” ujarnya.





