JABARNEWS| BANDUNG — Budaya membaca dan menulis dinilai menjadi fondasi utama profesionalisme wartawan. Dalam penutupan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-72 dan ke-73 PWI Pokja Kota Bandung, peserta diingatkan bahwa identitas seorang wartawan tidak hanya ditentukan oleh kartu kompetensi, tetapi oleh karya tulis berbyline yang konsisten dan berkualitas.
Selain itu, aspek etika dan penampilan saat berinteraksi dengan narasumber juga ditekankan sebagai bagian dari standar profesional. Wartawan didorong menjaga sikap, integritas, serta citra diri guna menghapus stigma lama dan memperkuat kepercayaan publik terhadap profesi jurnalistik.
Direktur UKW PWI, Dr. Aat Surya Safaat, juga mengingatkan pentingnya etika dan penampilan saat bertemu narasumber. Ia menegaskan bahwa wartawan harus menjaga sikap profesional. Dengan demikian, stigma lama tentang wartawan berpenampilan lusuh dapat ditinggalkan.
UKW Angkatan 72 dan 73 Resmi Ditutup
Kegiatan UKW angkatan ke-72 dan ke-73 yang digelar PWI Pokja Kota Bandung resmi ditutup pada Jumat, 13 Februari 2026, di Hotel Horison Ultima, Jalan Peta, Kota Bandung.
Pelaksana Tugas Ketua PWI Jawa Barat, Achmad Syukri, mengumumkan hasil ujian tersebut. Ia menyampaikan bahwa 45 peserta mendaftar dari jenjang muda, madya, dan utama. Namun, lima orang tidak hadir sehingga sebanyak 40 peserta mengikuti ujian selama dua hari.
Dari jumlah tersebut, 36 orang dinyatakan kompeten dan empat peserta belum kompeten. Tingkat kelulusan mencapai 90 persen.
Achmad Syukri berharap peserta yang belum lulus tidak berkecil hati. Ia menegaskan bahwa kesempatan mengikuti UKW masih terbuka di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Sementara itu, peserta yang telah dinyatakan kompeten diminta tidak berpuas diri karena kelulusan merupakan langkah awal dalam menjalankan profesi secara profesional.
Peserta dari Berbagai Daerah Jawa Barat
Ketua Panitia Pelaksana, Fajar Kurniawan, menjelaskan bahwa peserta berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Sukabumi, Kuningan, dan Indramayu. Hal ini menunjukkan antusiasme wartawan dari berbagai daerah untuk meningkatkan kompetensi.
Ia juga menerangkan bahwa tidak semua peserta mengikuti seluruh rangkaian ujian karena beberapa peserta mengundurkan diri. Meski demikian, pelaksanaan kegiatan tetap berjalan tertib dan lancar.
Sementara itu, Hery Gunawan, yang mewakili Ketua PWI Pokja Kota Bandung Zaenal Ikhsan, berharap UKW menjadi sarana evaluasi dan peningkatan kualitas diri. Menurutnya, UKW penting untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkuat profesionalisme wartawan.
Dorongan Tunjangan dan Penguatan Identitas Intelektual
Aat Surya Safaat, secara resmi menutup kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bahwa PWI tengah mengupayakan agar wartawan yang telah memiliki kartu UKW Dewan Pers dapat memperoleh tunjangan dari pemerintah.
Ia menilai wartawan memiliki peran besar bagi negara dalam menyampaikan informasi yang akurat dan menjaga demokrasi.
Selain itu, ia kembali menekankan pentingnya budaya menulis.
Wartawan tidak hanya membuat berita harian, tetapi juga harus menghasilkan karya dengan byline sebagai identitas intelektual.
“Wartawan dikenal dari tulisannya. Membaca dan menulis tidak bisa dipisahkan, keduanya harus terus dilatih,” ujarnya.
Refleksi Peserta dan Dukungan Mitra
Para peserta turut menyampaikan pengalaman mereka. Firman Perkasa Yudha, peserta tingkat muda, mengaku sempat merasa tertekan saat menghadapi penguji.
“Awalnya was-was dan penuh tekanan saat menghadapi penguji, tapi setelah lulus rasanya plong,” katanya.
Sementara itu, Sopandi mengaku UKW membuka kesadarannya tentang pentingnya belajar berkelanjutan.
“Awalnya saya yakin dengan kemampuan sendiri, ternyata masih banyak yang harus dipelajari. Dari UKW ini saya mendapat banyak ilmu baru,” ujarnya.
Peserta tingkat utama, Iyan Irwandi, juga menyampaikan apresiasi kepada penguji dan panitia.
“Terima kasih kepada para penguji dan panitia. UKW ini membantu kami mengukur kemampuan sebagai wartawan,” katanya.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan tersebut, UKW angkatan ke-72 dan ke-73 resmi ditutup. Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dan Diskominfo Kota Bandung. Selain itu, dukungan juga diberikan oleh bank bjb, BAZNAS Jabar, Pos Indonesia, dan bjb Syariah.(Red)





