DaerahSekolah Juara

Aloysius Fest 2026 Satukan Sportivitas, Kreativitas, dan Gerakan Lingkungan

×

Aloysius Fest 2026 Satukan Sportivitas, Kreativitas, dan Gerakan Lingkungan

Sebarkan artikel ini
Santo 1
Pembukaan Family Fun Walk dalam rangkaian puncak Aloysius Fest 2026 secara resmi dibuka oleh Dr. Ir. Sherly Iliana, M.M., selaku Ketua Yayasan Mardiwijana Bandung. (Foto: Istimewa).

JABARNEWS | BANDUNGAloysius Fest 2026 mencapai puncaknya pada hari ketiga dengan suasana penuh semangat dan kebersamaan. Ribuan siswa, orang tua, guru, dan masyarakat memadati area Sekolah Santo Aloysius sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian kegiatan komunitas yang menjadi penutup festival.

Family Fun Walk menjadi pembuka utama hari terakhir. Dengan rute di kawasan Batununggal, kegiatan ini menghadirkan antusiasme tinggi dari peserta lintas usia. Lebih dari sekadar kegiatan olahraga, Family Fun Walk menjadi simbol bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Kebersamaan dalam langkah pagi tersebut mencerminkan komitmen kolektif membangun generasi yang sehat, berkarakter, dan peduli lingkungan.

Baca Juga:  Tim Advokasi Orang Jalanan Hadir di Purwakarta

Selain Fun Walk, hari ketiga juga diramaikan oleh Aloysius Soccer Festival yang mempertemukan siswa dalam semangat sportivitas dan solidaritas. Sorak-sorai di lapangan menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan juga membentuk karakter melalui kerja sama, disiplin, dan fair play.

Baca Juga:  Ada yang Bisa Tebak Aku Mau Kemana? Tanya Vannesa dalam Instagramnya

Pentas seni di panggung utama turut menampilkan kreativitas siswa lintas jenjang. Berbagai pertunjukan menjadi ruang ekspresi yang mempererat hubungan antarunit sekolah serta menghadirkan suasana perayaan yang hangat dan inklusif. Lomba-lomba yang telah berlangsung sejak hari sebelumnya juga diumumkan pada puncak acara, menambah semarak suasana.

Baca Juga:  Family Fun Walk, Cara PKS Jabar Ringankan Beban Masyarakat di Tengah Resesi Global

Sepanjang hari, Aloysius Green Gallery tetap menjadi pusat perhatian pengunjung. Selain menampilkan gerakan Organic NANO Enzyme sebagai praktik pengelolaan lingkungan berbasis edukasi, galeri ini memamerkan karya daur ulang siswa dari jenjang TK hingga SMA. Instalasi kreatif dan produk berbahan material bekas menunjukkan bahwa kesadaran ekologis dapat ditumbuhkan melalui proses belajar yang konsisten dan kolaboratif.

Pages ( 1 of 3 ): 1 23