Daerah

Iwan Gunawan Kembali Pimpin Japnas Jabar 2025–2030, Fokus Kolaborasi dan Lapangan Kerja

×

Iwan Gunawan Kembali Pimpin Japnas Jabar 2025–2030, Fokus Kolaborasi dan Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini
Iwan Gunawan Kembali Pimpin Japnas Jabar 2025–2030, Fokus Kolaborasi dan Lapangan Kerja
Iwan Gunawan (tengah) kembali dipercaya memimpin Japnas Jabar periode 2025–2030 dalam pelantikan di Hotel Preanger, Bandung.

JABARNEWS | BANDUNG – Iwan Gunawan kembali terpilih dan dipercaya untuk kedua kalinya memimpin Pimpinan Wilayah Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat periode 2025–2030. Dalam kepemimpinan barunya, Iwan Gunawan menegaskan bahwa momentum ini harus menjadi titik perubahan organisasi dalam memperkuat peran strategis pengusaha menghadapi ketidakpastian ekonomi. Sekaligus merumuskan langkah konkret untuk membuka lapangan kerja dan mengoptimalkan jejaring usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Pelantikan kepengurusan berlangsung di Hotel Preanger, Kota Bandung, Senin (23/02/2026). Sebanyak 62 pengusaha lintas sektor resmi dikukuhkan sebagai pengurus wilayah Japnas Jawa Barat periode 2025–2030.

Ketua Umum Pengurus Pusat Japnas, Bayu Priawan Djokosoetono melantik langsung para pengurus. Acara tersebut turut disaksikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dan Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna serta jajaran pengurus pusat Japnas lainnya.

Pengusaha Besar Diminta Gandeng UMKM

Dalam pidatonya, Iwan Gunawan menekankan pentingnya kolaborasi konkret antara pengusaha besar, menengah, dan kecil. Ia menyebut, pengusaha besar dan menengah harus menggandeng UMKM agar tumbuh lebih kuat.

Menurutnya, sinergi tersebut bukan sekadar simbolik. Sebaliknya, kolaborasi harus menyentuh penguatan kapasitas, akses pasar, hingga peningkatan daya saing.

Baca Juga:  Target Vaksinasi Kota Bandung Terlampaui, Yana: Ini Peran Semua Pihak

“Ini momentum kita sebagai pengurus bagaimana menjadi pengurus itu betul-betul bisa bermanfaat bagi masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Ia juga menyoroti kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Karena itu, jejaring Japnas dinilai harus menjadi instrumen strategis untuk merumuskan solusi.

“Mudah-mudahan melalui berjejaring di Japnas ini, kita bisa memformulasikan strategi dalam menghadapi tantangan dan peluang yang berimpak pada ekonomi masyarakat luas. Seperti diketahui banyak masyarakat sulit mendapat lapangan pekerjaan. Sebagai pengusaha kita harus membantu dan merekrut sebanyak-banyaknya SDM dengan talenta terbaik,” jelasnya.

62 Pengusaha Lintas Sektor Resmi Dilantik

Sementara itu, pelantikan 62 pengurus menjadi penanda penguatan struktur organisasi di tingkat wilayah. Para pengurus berasal dari berbagai sektor usaha. Struktur baru ini diharapkan mampu memperluas jaringan kolaborasi di Jawa Barat.

Ketua Umum Pengurus Pusat Japnas, Bayu Priawan Djokosoetono, menegaskan pentingnya soliditas antaranggota.

“Japnas Jawa Barat harus mampu menciptakan iklim dunia usaha yang lebih baik. Organisasi harus mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik itu pemerintahan daerah, akademisi dan lainnya,” jelas Bayu.

Ia menambahkan, pengusaha harus memberi manfaat luas bagi masyarakat. Orientasi organisasi tidak boleh semata-mata soal untung dan rugi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Yakin KUR Perumahan Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat

“Pengusaha harus bisa bermanfaat bagi orang lain. Oleh karenanya sebagai pengusaha jangan melihat untung ruginya dalam berorganisasi. Yang kita suarakan, kita berikan gagasan-gagasan dan sinergitas dari mitra baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Yang penting kita harus bisa bermanfaat bagi orang lain dan menciptakan iklim usaha yang lebih baik. Sehingga akan banyak orang merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Tekankan Persaingan Sehat dan Inovasi

Lebih lanjut, Bayu mengakui bahwa menciptakan iklim usaha yang kondusif bukan perkara mudah. Persaingan bisnis tetap menjadi tantangan.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pengusaha sejati harus menjunjung etika kompetisi.

“Pengusaha harus bersaing secara sehat, pengusaha harus kreatif melakukan inovasi,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa daya saing tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga kreativitas dan kemampuan adaptasi.

Pemprov Jabar Buka Pintu Kolaborasi

Dari sisi pemerintah daerah, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyatakan dukungannya terhadap kolaborasi lintas sektor.

Ia berharap pengusaha besar dan menengah berperan sebagai mentor bagi pelaku UMKM. Dengan demikian, UMKM di Jawa Barat dapat tumbuh dan memiliki daya saing lebih kuat.

“Saya berharap pengusaha yang tergabung di Japnas Jabar ini bisa memberikan ilmunya kepada UMKM Jabar. Ini penting agar UMKM pun bisa berdaya saing,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Apresiasi Bank BJB, Gaet Ribuan Petani Milenial

Ia juga menegaskan bahwa Pemprov Jabar terbuka untuk diskusi dan sinkronisasi program.

“Kami dari Pemprov Jabar sangat terbuka untuk berkolaborasi. Kita siap berdiskusi apa yang menjadi program Pemprov Jabar maupun program dari Japnas. Mari kita kolaborasikan sehingga Japnas bisa besar,” jelasnya.

DPRD Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

Senada dengan itu, Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna menekankan pentingnya kerja sama antarpengusaha.

Ia menilai pengusaha besar harus membantu UMKM agar berkembang dan memiliki daya saing.

“Pengusaha besar harus membantu UMKM sehingga mereka bisa berkembang dan memiliki daya saing. Harapan kita pengusaha pun harus turut serta membantu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat agar tingkat kesejahteraan masyarakat pun bisa meningkat,” jelasnya.

Dengan demikian, kepemimpinan Iwan Gunawan untuk periode kedua tidak hanya dimaknai sebagai kesinambungan organisasi. Lebih dari itu, kepemimpinan ini menjadi ujian nyata bagi Japnas Jabar untuk berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan UMKM di tengah tantangan ekonomi global.(Red)