JABARNEWS | BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan menjadikan insiden bayi hampir tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin sebagai momentum evaluasi menyeluruh. Kasus yang sempat viral itu dinilai tidak boleh terulang di layanan kesehatan mana pun.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan perlunya audit mendalam untuk mengungkap akar persoalan, baik dari sisi prosedur maupun sumber daya manusia.
“Kami sangat menyesalkan insiden viral bayi hampir tertukar tersebut. Kejadian ini harus jadi cermin, tidak boleh terulang kembali, baik di RSHS, RSUD provinsi, RSUD 27 kabupaten/kota, maupun rumah sakit swasta,” kata Herman dalam keterangan yang diterima, Sabtu (11/4/2026).
Meski RSHS berada di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan, Pemprov Jabar telah melakukan koordinasi intensif dengan manajemen rumah sakit. Langkah ini untuk memastikan audit internal dilakukan secara komprehensif.
Herman menyebut, audit perlu difokuskan pada dua aspek utama, yakni Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kepatuhan tenaga kesehatan terhadap prosedur tersebut.





