JABARNEWS | BANDUNG – Investasi emas digital semakin diminati masyarakat, termasuk oleh warga Jawa Barat (Jabar). Platform ini praktis, bisa diakses lewat ponsel, dan modal awalnya kecil. Banyak orang pun beralih dari emas fisik ke digital.
Meski mudah, risiko tetap ada. Baru-baru ini, sebuah platform emas digital di Asia ditutup mendadak, menyebabkan kerugian investor sekitar Rp30 triliun dan terdampak 150.000 nasabah.
Kasus ini mengingatkan bahwa investasi emas digital harus legal, aman, dan terpercaya.
Agar terhindar dari risiko, berikut 5 hal penting yang wajib diperiksa sebelum memilih platform emas digital.
1. Kejelasan Legalitas dan Pengawasan
Aspek pertama yang tidak boleh ditawar adalah izin operasional. Investasi emas digital di Indonesia memiliki regulator khusus.
Pastikan platform tersebut berada di bawah pengawasan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) atau terdaftar resmi di BAPPEBTI (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi).





