Kinerja keuangan yang menguat ini turut tercermin dari rasio profitabilitas perusahaan. Return on Asset (ROA) meningkat menjadi 6,7% dan Return on Equity (ROE) naik menjadi 21,73%.
Tidak hanya itu, kualitas pembiayaan Pegadaian juga semakin membaik. Rasio Non-Performing Loan (NPL) berhasil ditekan dari 0,63% pada 2024 menjadi 0,38% di 2025, menandakan pengelolaan risiko yang semakin sehat.
Di tengah pertumbuhan tersebut, Bank Emas Pegadaian menjadi salah satu motor utama yang mendorong kinerja perusahaan.
Hingga 31 Desember 2025, total transaksi dan kelolaan emas tercatat mencapai 33,7 ton.
Rinciannya, Tabungan Emas menembus 17,1 ton, Deposito Emas sebesar 2,18 ton, dan transaksi Cicil Emas mencapai 10,3 ton.





