Dari total 1.381 jembatan yang tersebar di berbagai ruas jalan, pemerintah ingin memastikan berapa unit yang benar-benar harus diganti karena faktor usia dan risiko keruntuhan.
Menurut Dedi, persoalan ini tidak muncul dalam semalam. Ia menilai minimnya pembangunan dan perawatan jembatan dalam lima tahun terakhir membuat beban perbaikan menumpuk pada periode kepemimpinannya.
Dalam kurun waktu tersebut, pembangunan jembatan disebut sangat terbatas, dengan proyek Jembatan Sodongkopo Jaya Perkasa di Pangandaran menjadi satu-satunya yang terealisasi, meski sempat mengalami penundaan.
Rencana penanganan 42 jembatan tersebut akan dibahas bersama DPRD Jawa Barat untuk memastikan dukungan politik dan anggaran. Opsi pembiayaan melalui pinjaman daerah menjadi salah satu alternatif yang tengah dikaji.
Sementara itu, Kepala BMPR Jawa Barat Agung Wahyudi memaparkan bahwa dari total 1.318 jembatan yang tercatat, sebanyak 1.123 unit berada dalam kondisi baik.
Pemerintah daerah, kata dia, tetap menempatkan peningkatan kualitas jalan dan jembatan sebagai prioritas utama demi menunjang pelayanan publik dan konektivitas antarwilayah. (kom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





